Dilansir Reuters, Selasa (13/11/2018), ada polisi yang ikut tewas dalam peristiwa itu. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Denmark, mengatakan ledakan juga melukai sepuluh polisi dan warga sipil, termasuk perempuan.
Penyerang berjalan kaki meledakkan rompi bunuh dirinya di dekat pos tersebut. Lokasi tersebut juga dekat dengan sekolah. Di area tersebut juga dekat dengan Istana Kepresidenan serta juga ada Kementerian Keuangan dan Kementerian Keadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengambil empat mayat, tapi ada lebih," kata Basir Mujahid tanpa merinci lebih lanjut.
Serangan itu terjadi saat ratusan demonstran berkumpul di Kabul untuk memprotes kegagalan pemerintah dalam hal mencegah serangan oleh militan Taliban di dua provinsi.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut, menurut kantor berita Amaq.
Dua provinsi yang terkena serangan yang dimaksud ialah provinsi Ghazni dan Herat. Sejumlah korban jatuh dari pihak pasukan keamanan Afghanistan dalam pertempuran berat yang terjadi akhir pekan lalu itu. (jbr/fai)










































