DetikNews
Senin 12 November 2018, 15:37 WIB

Demonstran Bertelanjang Dada 'Sambut' Rombongan Trump di Paris

Novi Christiastuti - detikNews
Demonstran Bertelanjang Dada Sambut Rombongan Trump di Paris Demonstran bertelanjang dada 'sambut' Trump di Paris, Prancis (Reuters)
Paris - Seorang demonstran wanita yang bertelanjang dada 'menyambut' rombongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat melaju di jalanan Paris, Prancis ketika peringatan berakhirnya Perang Dunia I. Ada tulisan berbunyi 'Fake Peacemaker' di bagian dada demonstran itu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/11/2018), demonstran wanita itu berhasil mendekat hingga hanya beberapa meter dari iring-iringan Trump, sebelum akhirnya dia diamankan sejumlah polisi setempat. Insiden ini terjadi di kawasan Champs Elysees, Paris, pada Minggu (11/11) waktu setempat.

Foto-foto dari lokasi insiden menunjukkan seorang wanita bertelanjang dada mengangkat kedua tangannya ke atas, saat seorang polisi memegangi tangannya dan satu polisi lainnya memegangi pinggangnya.


Satu foto lainnya menunjukkan demonstran wanita tersebut tergeletak di atas aspal dengan tiga polisi mengelilinginya. Foto itu tampaknya diambil saat demonstran itu dievakuasi ke pinggir jalan dan menjauhi rombongan Trump.

Insiden semacam ini memicu pertanyaan soal keamanan dalam acara penting yang dihadiri sekitar 70 pemimpin dunia itu.

Dalam pernyataan terpisah, kelompok aktivis feminis radikal, Femen, yang berbasis di Paris menyatakan pihaknya yang mendalangi aksi tersebut. Diketahui bahwa Femen memang kerap melakukan unjuk rasa bertelanjang dada untuk melawan berbagai isu, mulai dari seksisme, rasialisme, homofobia, dan berbagai isu politik serta sosial lainnya.

Kepolisian Paris dalam pernyataannya menyebut pihaknya menangkap dua orang terkait insiden tersebut. Tidak disebut lebih lanjut siapa satu orang lainnya yang ditangkap.


Dalam peringatan berakhirnya Perang Dunia I ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama para pemimpin dunia lainnya mengikuti seremoni di Arc de Triomphe, tempat para tentara tak dikenal yang gugur dalam Perang Dunia I dimakamkan. Selain Macron dan Trump, pemimpin dunia lainnya yang hadir adalah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebelumnya pada Sabtu (10/11) lalu, Trump menuai kritikan karena batal hadir dalam seremoni untuk menghormati tentara dan marinir AS yang gugur dalam Perang Dunia I. Seremoni itu digelar di Aisne-Marne American Cemetery yang berada di Belleau, yang berjarak 85 kilometer sebelah timur Paris.

Gedung Putih menyebut pembatalan kehadiran di menit-menit terakhir itu disebabkan oleh hujan ringan yang terus mengguyur dan awan yang rendah yang membuat helikopter Trump kesulitan terbang ke lokasi. Pembatalan itu memicu kritikan keras di media sosial juga dari kalangan pejabat Inggris dan AS, yang menyebut Trump sama saja 'tidak menghormati' para tentara AS yang gugur dalam perang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed