DetikNews
Rabu 07 November 2018, 14:49 WIB

Raja Saudi Lakukan Kunjungan Langka di Tengah Krisis Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Raja Saudi Lakukan Kunjungan Langka di Tengah Krisis Khashoggi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (Dok. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)
Riyadh - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud melakukan kunjungan domestik langka, pekan ini. Kunjungan dilakukan saat Saudi sedang menghadapi krisis internasional terkait kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/11/2018), Raja Salman ditemani oleh putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam kunjungan kerajaan di Provinsi Qassim. Media-media Saudi menyebut kunjungan domestik yang dimulai sejak Selasa (6/11) waktu setempat sebagai tur 'beberapa wilayah' di Kerajaan Saudi.

Raja berusia 82 tahun ini disebut sedang menggalang dukungan domestik, usai kasus Khashoggi yang dipandang sebagai krisis diplomatik terburuk yang dihadapi Kerajaan Saudi sejak tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS).


Menurut otoritas Saudi, Raja Salman juga akan berkunjung ke wilayah Hail, Saudi bagian utara. Kunjungan ke wilayah Hail menjadi kunjungan pertama Raja Salman sejak dia bertakhta pada tahun 2015 lalu.

Dalam kunjungan di Qassim pada Rabu (7/11) waktu setempat, seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), Raja Salman memerintahkan pembebasan sejumlah 'tahanan pailit' dengan utang mencapai 1 juta Riyals (Rp 3,8 miliar).

Tak hanya itu, Raja Salman juga meluncurkan lebih dari 600 proyek pembangunan senilai 16 miliar Riyals (Rp 61,5 triliun). Tidak diketahui pasti apakah MBS akan mendampingi Raja Salman hingga akhir kunjungan.

Kunjungan domestik langka ini dilakukan Raja Salman saat Saudi sedang menghadapi kemarahan global terkait pembunuhan Khashoggi (60) di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.


Otoritas Saudi memberikan pernyataan yang tidak konsisten terkait kasus Khashoggi. Dari awalnya membantah tahu-menahu, lalu mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi hingga akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana.

Kasus Khashoggi ini juga menyeret putra mahkota Saudi -- pemimpin de-facto dan ahli waris takhta Saudi -- yang dicurigai turut terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Otoritas Saudi telah membantah tuduhan semacam itu.

Setelah kasus Khashoggi menarik perhatian dunia dan nama putra mahkota Saudi disebut terlibat, Raja Salman kembali turun tangan dalam pemerintahan melalui berbagai kebijakan. Salah satunya dengan memerintahkan pemberian bonus tahunan untuk seluruh pegawai pemerintah mulai awal tahun depan. Pemberian bonus sempat ditangguhkan di bawah langkah penghematan tahun 2016, saat harga minyak dunia menurun.


Simak Juga 'Hasil Penyelidikan Khashoggi Diklaim 'Loloskan' Putra Mahkota':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed