Laporan PBB Sebut ISIS Tinggalkan 202 Kuburan Massal di Irak

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Nov 2018 18:15 WIB
Ilustrasi (REUTERS)
Baghdad - Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) meninggalkan 202 kuburan massal di Irak. Kuburan-kuburan massal itu diperkirakan berisi 12 ribu korban kekejaman ISIS selama bertahun-tahun.

Temuan kuburan massal ini dinilai bisa menjadi bukti penting untuk membuktikan kejahatan perang yang dilakukan ISIS di Irak.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/11/2018), Misi PBB di Irak (UNAMI) dan kantor HAM PBB menyatakan dalam laporan mereka bahwa total 202 kuburan massal ditemukan di sebagian wilayah barat dan utara Irak yang pernah dikuasai ISIS antara tahun 2014-2017.


Lebih banyak kuburan massal lainnya yang diperkirakan akan ditemukan dalam beberapa bulan ke depan. PBB mengimbau otoritas Irak untuk menjaga dan menggali kuburan-kuburan massal itu secara pantas demi memberi kejelasan pada keluarga korban.

"Lokasi kuburan massal yang tercatat dalam laporan kami merupakan bukti hilangnya nyawa manusia secara mengerikan, penderitaan besar dan kekejaman mengejutkan," sebut perwakilan PBB di Irak, Jan Kubis, dalam pernyataannya.

"Menentukan situasi yang menyelimuti hilangnya nyawa akan menjadi langkah penting dalam proses berkabung keluarga korban dan dalam upaya mereka memperjuangkan hak-hak mereka untuk mendapat kebenaran dan keadilan," imbuhnya.


Diketahui bahwa ISIS menguasai sejumlah wilayah strategis Irak sejak tahun 2014. Selama masih berkuasa, ISIS banyak mengeksekusi mati para petempur dan warga sipil secara besar-besaran. Mereka melakukan penindasan demi mempertahankan wilayah-wilayah mereka.

Disebutkan dalam laporan PBB bahwa kuburan-kuburan massal itu mungkin 'berisi material forensik kritis' yang bisa membantu mengungkap detail soal kekejaman ISIS juga dalam mengidentifikasi para korban.

Para penyidik PBB, sejak Agustus lalu, mulai mengumpulkan bukti-bukti untuk kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan atau genosida untuk digunakan dalam persidangan terhadap militan-militan ISIS.


Dari 202 kuburan massal yang tercatat dalam laporan baru PBB ini, baru 28 kuburan saja yang telah digali dan sedikitnya 1.258 jenazah ditemukan oleh otoritas Irak. Nyaris separuh dari total kuburan massal yang ditemukan itu berada di Provinsi Nineveh, yang menjadi lokasi kota Mosul yang pernah menjadi ibu kota wilayah ISIS di Irak. Sisanya dilaporkan tersebar di wilayah Kirkuk dan Salaheddin, atau Anbar.

(nvc/dhn)