Terekam Kamera Berkelahi dengan Murid, Guru di AS Diadili

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Nov 2018 17:52 WIB
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
California - Seorang guru sekolah menengah di California, Amerika Serikat (AS) akan diadili karena menonjok muridnya. Perkelahian terjadi antara sang guru dengan muridnya itu, setelah si murid melontarkan hinaan bernada rasisme ke sang guru.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/11/2018), aksi perkelahian guru dan murid ini terekam kamera amatir. Video perkelahian itu memicu pro dan kontra, dengan beberapa pihak membela sang guru.

Insiden yang terjadi pada Jumat (2/11) lalu di Maywood Academy High School di Los Angeles ini berawal saat sang guru yang mengajar musik, Marston Riley (64), menegur si murid yang berusia 14 tahun karena tidak memakai seragam sekolah dengan benar.

Menurut keterangan sejumlah murid yang menyaksikan perkelahian itu, si murid yang ditegur menolak meninggalkan ruang kelas seperti yang diminta sang guru. Si murid malah meneriakkan kata-kata sumpah serapah ke gurunya dan bahkan melontarkan kata makian 'N' ke sang guru yang seorang kulit hitam. Tidak hanya itu, si murid juga dilaporkan sempat melemparkan bola basket ke sang guru.


Rekaman video yang beredar menunjukkan sang guru berulang kali menonjok muridnya, yang sempat satu kali memukul sang guru. Perkelahian itu berakhir setelah seorang petugas keamanan sekolah dan beberapa murid melerai keduanya.

Si murid yang tidak disebut namanya, dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka menengah dan telah diperbolehkan pulang. Sedangkan sang guru ditangkap kepolisian setempat atas tuduhan penganiayaan anak. Sang guru dibebaskan setelah membayar uang jaminan. Namun dia dijadwalkan akan disidang pada 30 November mendatang.

Banyak murid, staf sekolah bahkan orangtua murid yang membela sang guru dalam insiden ini. Mereka menyebut si murid sengaja membuat gurunya hilang kesabaran. Namun beberapa orang tua murid lainnya meluapkan kemarahan mereka dan menegaskan tidak seharusnya seorang guru memukuli muridnya.

"Saya pernah diajari oleh guru ini sebelumnya dan saya tidak punya masalah dengannya. Dia guru yang sangat baik, saya selalu menghormatinya. Dia selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan setiap murid," tutur salah satu murid sekolah tersebut kepada media lokal KTLA.


Sejumlah pengguna media sosial juga tampak membela sang guru. Mereka menyebut murid itu sangat keterlaluan dan mendapatkan imbalan yang pantas. Seorang mantan guru di sekolah tersebut, Cecilia Diaz Jimenez, bahkan melakukan aksi penggalangan dana untuk sang guru. Jimenez menyebut guru bernama Riley itu 'orang yang hebat dan guru yang hebat'.

Hingga Senin (5/11) waktu setempat, penggalangan dana via situs GoFundMe untuk Riley telah mencapai USD 38.400 (Rp 559,8 juta) dari target USD 50 ribu (Rp 728,9). "Kita semua memiliki perasaan campur aduk soal apa yang terjadi. Tapi tolong dimengerti bahwa ini bukan pertama kalinya Riley diserang, secara fisik atau verbal," sebut Jimenez.

(nvc/dhn)