Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pengintai AS di Atas Laut Hitam

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Nov 2018 11:45 WIB
Ilustrasi jet tempur Su-27 (Anadolu Agency)
Moskow - Sebuah jet tempur Su-27 milik Rusia mencegat sebuah pesawat pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di atas perairan Laut Hitam. Rusia menyebut insiden itu diselesaikan secara aman, namun AS menyebut pencegatan oleh Rusia itu berlangsung tidak aman dan tidak profesional.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency dan CNN, Selasa (6/11/2018), Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menyebut insiden itu terjadi pada Senin (5/11) pagi waktu setempat. Insiden berawal saat militer Rusia mendeteksi sebuah pesawat tak dikenal sekitar pukul 10.00 waktu Moskow.

Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa satu jet tempur Rusia dikerahkan untuk mendekat dan berhasil mengidentifikasi pesawat tak dikenal itu sebagai pesawat pengintai EP-3E Aries milik Angkatan Laut AS atau US Navy.

"(Jet tempur Su-27) Mendampinginya, mencegah pelanggaran perbatasan wilayah udara Federasi Rusia dengan mematuhi semua langkah keamanan yang diperlukan," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.


Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa jet tempur Su-27 segera kembali ke pangkalan setelah menyelesaikan insiden itu 'dalam cara yang aman'. Durasi pencegatan oleh jet tempur Rusia itu berlangsung sekitar 25 menit, dengan jet tempur Su-27 sempat dua kali terbang di depan pesawat pengintai AS.

Dalam pernyataan terpisah, tiga pejabat pertahanan AS dan Angkatan Laut AS menyebut aksi jet tempur Rusia saat mencegat pesawat pengintai AS itu tidak aman dan tidak profesional.

Menurut para pejabat AS itu, jet tempur Su-27 milik Rusia secara langsung melintas di depan pesawat pengintai AS dengan kecepatan tinggi. Awak militer AS yang ada di dalam pesawat pengintai itu melaporkan adanya turbulensi setelah interaksi pertama dengan jet tempur Rusia.


Saat kedua kalinya melintasi secara langsung di depan pesawat pengintai AS, jet tempur Rusia itu mengaktifkan afterburner (penambah dorongan) sembari melakukan banking maneuver atau manuver berbelok sambil menukik. Akibat manuver itu, awak militer AS merasakan getaran di udara.

"Interaksi ini dianggap tidak aman karena Su-27 terbang dengan kecepatan tinggi secara langsung di depan pesawat yang menjalankan misi, yang membahayakan pilot dan awak kami. Su-27 yang melakukan pencegatan kembali melintas, mendekati EP-3 dan mengaktifkan afterburner sambil berbelok menukik. Awak EP-3 melaporkan turbulensi usai interaksi pertama dan getaran usai interaksi kedua," demikian pernyataan US Navy.

Sejauh ini, otoritas AS belum bisa memperkirakan seberapa dekat jarak jet tempur Rusia dengan pesawat pengintai AS dalam insiden itu. Namun perilaku jet tempur Rusia menjadi faktor penting dalam menentukan aksi Rusia itu tidak aman.

Ditambahkan juru bicara Pentagon, Eric Pahon, bahwa pesawat pengintai AS itu sedang beroperasi wilayah udara internasional dekat Souda Bay, Yunani, saat pencegatan terjadi. Pahon menekankan bahwa pesawat pengintai AS itu menyalakan transponder selama misi berlangsung, namun sama sekali tidak ada komunikasi maupun upaya menjalin komunikasi antara pesawat AS dan jet tempur Rusia tersebut.

(nvc/dhn)