Wilayah tersebut berada di Pasifik atau sekitar 18.000 km dari Prancis daratan. Referendum ini dianggap penting bagi Prancis di tengah pengaruh China pada Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Ini) kebanggaan luar biasa yang telah kita lakukan bersama," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan kepada rakyatnya.
Pemilihan selanjutnya akan berlangsung pada 2022. Pemimpin gerakan pro-kemerdekaan setempat, FLNKS, menganggap kekalahan tipis ini adalah langkah menuju kemenangan mereka.
"Kami selangkah lagi dari kemenangan dan masih ada dua pemilihan lagi yang akan datang," kata Pemimpin FLNKS Alosio Sako. (bag/bag)











































