detikNews
Jumat 02 November 2018, 18:47 WIB

1.200 Kerangka Manusia Ditemukan Saat Penggalian Rel Baru di Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
1.200 Kerangka Manusia Ditemukan Saat Penggalian Rel Baru di Inggris Arkeolog melakukan penggalian di area makam abad ke-18 dan ke-19 sebelum pembangunan rel baru dilakukan (Photo by Adrian DENNIS/AFP)
London - Lebih dari 1.000 kerangka manusia ditemukan dalam penggalian di lokasi pembangunan rel kereta baru di Inggris. Tim arkeolog ditugaskan melakukan penggalian besar-besaran di lokasi yang ratusan tahun lalu diyakini menjadi makam bagi 40 ribu ini, sebelum pembangunan rel dimulai.

Seperti dilansir , Jumat (2/11/2018), sejauh ini tim arkeolog baru menemukan sekitar 1.200 kerangka manusia di area St James Gardens, sebuah taman dekat stasiun Euston, salah satu stasiun paling sibuk di London. St James Gardens diketahui menjadi pemakaman pada tahun 1788-1853 silam.

Operasi penggalian oleh tim arkeolog ini menjadi salah satu penggalian terbesar di Inggris. Lebih dari 60 situs arkeologi muncul dalam penggalian ini.

Sejak para arkeolog mulai penggalian di dekat Euston beberapa pekan lalu, kawasan tersebut berubah menjadi area berlumpur. Penggalian telah dilakukan hingga sedalam 8 meter. Puluhan arkeolog yang berseragam oranye mencolok dan memakai helm memenuhi area penggalian seluas 11 ribu meter persegi. Area penggalian dilindungi tenda dan terpal agar bebas dari hujan dan pandangan mata publik.


Penggalian besar-besaran semacam ini dan temuan ribuan kerangka manusia dinilai akan membantu para peneliti dalam memahami bagaimana manusia hidup dan meninggal pada masa-masa krusial era industrialisasi di Inggris.

"Ini mungkin area terkumpulnya kerangka manusia terbesar dari abad ke-18, abad ke-19 yang pernah digali secara arkeologi di negara ini," sebut pakar osteologi senior, Mike Henderson. Osteologi merupakan ilmu tentang tulang manusia dan hewan.

"Ketika Anda mendapatkan data yang besar, kita bisa mulai bertanya sejumlah pertanyaan penting... seperti kondisi penyakit, angka kematian," imbuhnya.

Sejauh ini tim arkeolog telah menemukan bukti adanya tuberkulosis, luka trauma termasuk patah tulang, bukti ilmu kedokteran gigi di masa-masa awal -- gigi palsu -- dan operasi termasuk tengkorak yang dijahit.


Diketahui bahwa pembangunan rel baru untuk kereta cepat ini nantinya akan menghubungkan London dan Birmingham. Proyek rel kereta cepat HS2 yang didanai negara ini cukup kontroversial di Inggris. Terutama karena besarnya biaya yang dihabiskan dan penggusuran area pinggiran serta ratusan rumah warga.

Tahap awal untuk rute London-Birmingham diperkirakan memakan dana 24 miliar Poundsterling (Rp 460,2 triliun) dan akan diselesaikan tahun 2026 mendatang. Setelah itu pembangunan rel kereta cepat akan berlanjut ke arah utara.

Di sisi lain, proyek ini menguntungkan para arkeolog yang bisa melakukan penggalian besar-besaran untuk situs-situs prasejarah, abad pertengahan, era Romawi dan era industrial di Inggris. Setelah penggalian selesai dilakukan, nantinya kerangka-kerangka yang ditemukan akan dimakamkan kembali di lokasi berbeda.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed