Seorang juru bicara polisi London mengatakan tes pada Jitsukawa yang diambil 50 menit sebelum keberangkatan dijadwalkan penerbangan mengungkapkan 189 mg alkohol per 100 ml darah dalam sistemnya. Padahal standar yang diperbolehkan adalah 20 mg per 100 ml darah.
Untuk perbandingan, kadar alkohol maksimal untuk sopir dan pengemudi di Inggris adalah 80 mg per 100 ml darah. Kembali ke Jitsukawa. Akibatnya, pesawat mengalami penundaan keberangkatan.
Pihak maskapai sudah meminta maaf atas kasus ini. "Perusahaan dengan tulus meminta maaf kepada penumpang dan semua yang terkena dampak tindakan karyawan," kata JAL dalam siaran pers seperti dilansir AFP, Jumat (2/11/2018).
Eksekutif JAL mengatakan kepada wartawan di Jepang bahwa Jitsukawa membersihkan tes napas di rumah, tetapi membangkitkan kecurigaan seorang sopir bus membawanya ke pesawat dari Bandara Heathrow pada hari Minggu.
Jitsukawa (42) ditangkap oleh polisi Inggris dan diharuskan menjalani tes darah yang mengkonfirmasi hasil tersebut.
"Kami yakin (tes napas di rumah) tidak dilakukan dengan benar," ujar kepala komunikasi JAL Muneaki Kitahara kepada wartawan.
Saksikan juga video 'Eks Pilot Mabuk Citilink Jalani Tes Psikologi':
(fai/dkp)











































