Dilaporkan Reuters yang mengutip The New York Times, Rabu (24/10/2018), bom tersebut ditemukan seorang pegawai saat memeriksa surat-surat yang ditujukan untuk keluarga Clinton.
Belum ada informasi lebih jauh apakah ada identitas yang ditinggalkan di paket bahan peledak itu tidak. Belum ada pernyataan dari pihak Clinton terkait hal ini.
Perangkat peledak yang ditemukan di rumah Clinton ini sama dengan yang ditemukan di rumah miliarder George Soros pada Senin (21/10) lalu. (rna/jbr)











































