DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 19:39 WIB

Erdogan: Data CCTV Konsulat Saudi Dipindah Sebelum Khashoggi Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Erdogan: Data CCTV Konsulat Saudi Dipindah Sebelum Khashoggi Tewas Konsulat Arab Saudi di Istanbul (REUTERS/Murad Sezer)
Ankara - Satu persatu kecurigaan di balik pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, diungkapkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Disebutkan Erdogan bahwa data kamera keamanan pada Konsulat Saudi telah dipindahkan sebelum Khashoggi dibunuh.

"Mereka memindahkan hard disk dari sistem kamera (CCTV Konsulat Saudi-red)," tutur Erdogan dalam pidatonya di parlemen Turki di Ankara, seperti dilansir AFP, Selasa (23/10/2018). "Ini pembunuhan politik," sebutnya.

Disebutkan Erdogan bahwa rekaman CCTV di Konsulat Saudi juga dihapus dari hard disk drive (HDD). Erdogan menyebut pemindahan HDD pada sistem CCTV Konsulat Saudi itu dilakukan setelah tim dari Saudi beranggotakan 15 orang, datang ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, hari pembunuhan Khashoggi.


Dalam pernyataannya, seperti dilansir media lokal Daily Sabah, Erdogan mengonfirmasi keterlibatan 15 warga Saudi dalam pembunuhan Khashoggi. Satu tim dari Saudi disebut mendatangi kawasan hutan di pinggiran Istanbul dan di Provinsi Yalova, pada 1 Oktober atau sehari sehari sebelum Khashoggi dibunuh, untuk memantau lokasi.

"Bukti menunjukkan pembunuhan Khashoggi merupakan hasil dari operasi terencana," sebut Erdogan.

"Mengapa 15 orang ini bertemu di Istanbul pada hari pembunuhan? Siapa yang memerintahkan mereka? Mengapa konsulat (Saudi) tidak dibuka untuk penyelidikan hingga beberapa hari kemudian? Mengapa ada banyak pertanyaan bertentangan yang disampaikan? Di mana jenazah orang yang diakui telah dibunuh? Kami butuh jawaban," imbuhnya.


Hingga kini, otoritas Turki masih belum menemukan jenazah Khashoggi. Erdogan meminta agar otoritas Saudi segera mengungkapkan identitas seorang 'lokal kooperator' yang disebut telah membantu membuang jenazah Khashoggi.

Dalam pernyataannya ini, Erdogan menegaskan bahwa Khashoggi dibunuh secara kejam dan terencana. "Pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, direncanakan," tegasnya, sembari menyebut otoritas Turki punya bukti kuat yang menunjukkan pembunuhan berencana ini.

Diketahui bahwa dalam pidatonya, Erdogan tidak membahas soal rekaman audio yang sebelumnya diklaim para pejabat Turki sebagai bukti penyiksaan dan pembunuhan Khashoggi di dalam Konsulat Saudi. Erdogan tidak menyebut lebih lanjut soal bagaimana Khashoggi tewas, selain menyebut pembunuhan Khashoggi terjadi secara kejam. Para pejabat Turki sebelumnya menuturkan kepada CNN bahwa jenazah Khashoggi dimutilasi.


Erdogan juga sama sekali tidak menyebut nama putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam pidatonya. Diketahui bahwa sejumlah pihak termasuk para Senator Amerika Serikat (AS) mencurigai MBS terlibat dalam kasus Khashoggi. Dia hanya menyebut nama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Dalam pernyataannya, Erdogan menyatakan dirinya tidak meragukan ketulusan Raja Salman terkait penyelidikan yang dilakukan Saudi atas kasus Khashoggi. Namun, sebut Erdogan, karena kasus Khashoggi ini merupakan pembunuhan poltik, maka penyelidikan dan persidangan harus dilakukan secara independen dan tanpa memihak.

"Saya tidak meragukan ketulusan Raja Salman. Dengan demikian, penyelidikan independen perlu dilakukan. Ini pembunuhan politik," sebut Erdogan seperti dilansir The Guardian.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed