DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 11:54 WIB

Khashoggi Tewas, AS Sedih Tapi Tak Sebut Soal Sanksi terhadap Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Khashoggi Tewas, AS Sedih Tapi Tak Sebut Soal Sanksi terhadap Saudi Jamal Khashoggi (Foto: Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo)
Washington - Gedung Putih menyatakan bersedih setelah pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa jurnalis yang hilang, Jamal Khashoggi tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Namun Gedung Putih tidak menyebut soal sanksi terhadap sekutu Amerika Serikat tersebut.

Menanggapi konfirmasi pemerintah Saudi bahwa jurnalis kawakan Saudi yang bermukim di AS tersebut telah tewas, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders hanya mengatakan bahwa AS "mengakui pengumuman itu."

"Kami akan terus mengikuti dengan seksama penyelidikan internasional atas insiden tragis ini dan mengadvokasi keadilan yang tepat waktu, transparan dan sesuai dengan semua proses hukum," tuturnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/10/2018).


"Kami sedih mendengar konfirmasi kematian Tuan Khashoggi, dan kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami untuk keluarganya, tunangan dan teman-temannya," imbuh Sanders.

Namun Gedung Putih tidak menyebut soal kemungkinan adanya sanksi terhadap Arab Saudi terkait tewasnya Khashoggi. Presiden Donald Trump bahkan telah menegaskan pentingnya Saudi dalam menghadapi rival regional Iran dan pentingnya lapangan kerja Amerika dari penjualan senjata AS secara besar-besaran ke Saudi.

Trump mengatakan bahwa dirinya akan bekerja sama dengan Kongres AS untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. "Namun saya lebih suka kita tidak menggunakan ganjaran pembatalan pekerjaan senilai US$ 110 miliar, yang berarti 600.000 pekerjaan .... kita membutuhkan mereka sebagai penyeimbang terhadap Iran," tutur Trump kepada para wartawan.


Sebelumnya, media pemerintah Saudi menyatakan bahwa Raja Salman telah memerintahkan pemecatan dua pejabat senior Saudi terkait tewasnya Khashoggi. Keduanya adalah Saud al-Qahtani, penasihat pengadilan kerajaan yang dipandang sebagai tangan kanan Putra Mahkota Saudi dan wakil kepala intelijen Ahmed Asiri.

Meski mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu, namun pemerintah Saudi tidak memberikan bukti-bukti untuk mendukung pernyataannya. Juga belum jelas apakah negara-negara Barat akan puas dengan versi pemerintah Saudi mengenai kematian jurnalis pengkritik pemerintah Saudi itu.



Saksikan juga video 'Arab Saudi Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Saudi':

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed