Turki Akan Rilis Hasil Penyelidikan Khashoggi Secara Transparan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Okt 2018 18:09 WIB
Khashoggi menghilang sejak masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu (dok. AFP)
Tirana - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menyatakan otoritasnya akan merilis ke publik hasil penyelidikan terhadap kasus wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang diduga dibunuh. Ditegaskan Cavusoglu bahwa Turki telah memiliki bukti dalam kasus Khashoggi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/10/2018), hal tersebut disampaikan Cavusoglu di sela-sela kunjungannya ke Albania.

Ditegaskan Cavusoglu kepada wartawan bahwa otoritas Turki telah memiliki bukti dan informasi yang didapat dari penyelidikan atas hilangnya Khashoggi sejak 2 Oktober lalu. Diketahui bahwa di tengah berbagai spekulasi yang beredar, otoritas Turki belum mengonfirmasi secara resmi bahwa Khashoggi tewas dibunuh.


Dalam kesempatan itu, Cavusoglu juga membantah laporan media yang menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo telah mendengar langsung rekaman audio yang menjadi bukti pembunuhan Khashoggi, saat dia berkunjung ke Turki pekan ini.

"Turki belum memberikan rekaman suara kepada Pompeo atau pejabat Amerika lainnya," tegas Cavusoglu kepada wartawan.

"Kami akan membagikan hasil (penyelidikan) yang muncul secara transparan dengan seluruh dunia," ujar Cavusoglu menambahkan.

"Kami sekarang belum membagi informasi apapun dengan negara manapun," imbuhnya.


Pekan ini, seorang pejabat dan seorang sumber keamanan Turki menuturkan kepada Reuters bahwa otoritas Turki telah mendapatkan sebuah rekaman audio yang mengindikasikan Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Otoritas Saudi telah membantah tuduhan tersebut.

Laporan media yang dibantah Cavusoglu itu datang dari seorang pejabat senior Turki yang dikutip ABC News. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Pompeo telah mendengarkan langsung rekaman audio itu pada Rabu (17/10) saat berada di Ankara, untuk membahas kasus Khashoggi dengan otoritas Turki. Disebutkan juga bahwa Pompeo juga menerima transkrip rekaman audio itu.

Laporan itu telah dibantah Departemen Luar Negeri AS. "Menlu Pompeo tidak mendengar maupun melihat transkrip terkait hilangnya Jamal Khashoggi," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dalam pernyataannya.

(nvc/ita)