Dilansir dari Reuters, Kamis (18/10/2018) para pekerja dari pabrik tersebut telah berdemonstrasi sejak Agustus 2018 lalu. Pemicunya ialah pemecatan 30 orang anggota komite pekerja saat berkampanye agar kehidupan buruh lebih baik.
"Mereka ingin menghancurkan komite," kata salah satu pemimpin komite yang dipecat, Hla Ohn Mar, di departemen darurat rumah sakit Thingangyun.
Ada 24 orang pekerja yang dirawat di rumah sakit. Mereka mengalami luka setelah diduga diserang orang-orang mengenakan besi.
Para pekerja mengatakan sekitar 20 hingga 30 datang ke kerumuman dimana kebanyakan pekerja perempuan sedang berkumpul di gerbang pabrik. Salah seorang pekerja Thae Nu Khaing, menceritakan kelompok pria tersebut kemudian bertindak brutal.
"Mereka adalah preman. Mereka mendorong saya dan memukul kaki saya dengan tongkat logam. Saya tidak takut, saya hanya marah," ucapnya.
Polisi menyalahkan pekerja atas kekerasan itu. Dalam sebuah pernyataan, perkelahian pecah setelah sekelompok kecil mendesak karyawan yang masih bekerja di pabrik untuk berpartisipasi dalam protes itu.
"Kedua kelompok beradu argumen dan kekerasan yang terjadi," kata pernyataan itu. (aik/haf)











































