DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 17:57 WIB

Media China Kritik Standar Ganda AS untuk Kasus Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Media China Kritik Standar Ganda AS untuk Kasus Khashoggi Presiden AS Donald Trump enggan menghentikan penjualan senjata untuk Saudi (REUTERS/Eduardo Munoz)
Beijing - Media nasional China, Global Times, mengkritik pendekatan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap kasus menghilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Otoritas AS disebut memberlakukan 'standar ganda' terhadap Khashoggi yang diduga dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (17/10/2018), dalam editorialnya yang berjudul 'Kasus Khashoggi menguji sikap Washington terhadap hak asasi manusia', Global Times menyebut Presiden AS Donald Trump menjanjikan hukuman jika Saudi terbukti terlibat dalam kasus Khashoggi, namun di sisi lain Trump enggan menghentikan penjualan senjata ke Saudi.

"Krisis ini menunjukkan bagaimana isu-isu HAM diposisikan dalam arena diplomatik. Membunuh seorang jurnalis untuk alasan politik menyentuh dasar pokok hak-hak individu dan menggema hingga melintasi perbatasan nasional," tulis Global Times yang merupakan media pemerintah China.


"Harga yang akan dibayarnya (Saudi-red) bergantung pada apakah pemerintahan Trump akan membiarkannya lepas demi kepentingan komersial AS dan kalkulasi geopolitik," imbuh Global Times dalam editorialnya.

Sejumlah pejabat Turki menyampaikan keyakinan mereka bahwa Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi usai dia masuk ke dalam gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu. Hal ini telah dibantah otoritas Saudi.

Otoritas Saudi sendiri belum menyampaikan penjelasan rinci mengenai Khashogi. Meskipun beberapa bantahan telah disampaikan secara resmi, salah satunya oleh Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdel Aziz bin Saud bin Nayef, yang dalam pernyataan pada 13 Oktober lalu menyebut tuduhan Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi sebagai tuduhan 'bohong dan tidak berdasar'.


Global Times dalam editorialnya juga membandingkan pendekatan AS terhadap kasus Khashoggi dengan pendekatan AS terhadap kasus mantan agen Rusia, Sergei Skripal, yang diracun di Inggris pada Maret lalu.

Disebutkan Global Times, negara-negara Barat -- dengan dipimpin Inggris -- langsung mengambil tindakan tegas terhadap Rusia dengan mengusir para diplomat Rusia. Namun untuk kasus Khashoggi, sebut Global Times, baru ada sedikit kecaman dari negara-negara Barat untuk Saudi.

"Sekarang opini publik jauh lebih marah terhadap Arab Saudi. Aksi-aksi boikot secara spontan terjadi dengan cepat. Namun sungguh kontras, kecaman publik jauh lebih sedikit datang dari pemerintahan Barat dan tidak ada negara yang memimpin dalam menghukum Arab Saudi," tulis Global Times dalam editorialnya.




Tonton juga 'Turki akan Geledah Rumah dan Mobil Staf Konsulat Saudi':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed