Notifikasi tersebut rupanya merupakan uji coba yang dilakukan oleh Federal Emergency Management Agency (Fema). Peringatan itu merupakan sistem untuk sejumlah keadaan darurat seperti serangan rudal, terorisme dan bencana alam.
Dilansir BBC, Kamis (4/10/2018), pemberitahuan yang terlihat di ponsel milik warga di AS seperti berikut ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski namanya adalah 'President Alert' atau peringatan dari Presiden, pesan bukan dikirim langsung dari presiden. Pemerintah melalui Fema yang merancangnya dan mengirim jika ada keadaan darurat.
"Presiden tidak menulis peringatan ini dari ponselnya. Anda tidak berada dalam situasi presiden bangun pagi hari dan mengirimkan pesan serupa," kata pejabat senior di Fema.
Semula peringatan di ponsel dijadwalkan pada September lalu namun dibatalkan. Sebab saat itu terjadi bencana badai Florence dan dikhawatirkan membuat masyarakat bingung. (nkn/nkn)











































