Puluhan Pengusaha RI-Kamboja Ramaikan Business Meeting di Phnom Penh

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 28 Sep 2018 12:14 WIB
Foto: KBRI Phnom Penh
Phnom Penh - Indonesia mengupayakan peningkatan nilai perdagangan ke Kamboja. Hal ini dilakukan dengan terus melakukan penetrasi pasar serta menggandeng sejumlah pengusaha Indonesia dari berbagai sektor untuk berpartisipasi pada kegiatan Business Meeting yang telah dilaksanakan KBRI Phnom Penh pada 27 September 2018 di Hotel Cambodiana.

Dalam sambutannya menurut rilis pers KBRI Phnom Penh yang diterima detikcom, Jumat (28/9/2018), Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng mengatakan bahwa tidak ada limitasi yang membatasi peningkatan perdagangan kedua negara. Untuk itu kiranya Indonesia dan Kamboja masih dapat terus mengeksplorasi berbagai potensi dan kerja sama yang masih terbuka lebar diantara kedua negara.

Sebagai gambaran, pada tahun 2016, total perdagangan kedua negara meningkat sebesar 19,9 persen, dan diharapkan dengan adanya pertemuan Business Meeting tersebut dapat memberikan kontribusi lebih pada tahun selanjutnya.

Sebanyak 50 pengusaha Indonesia dan 30 pengusaha Kamboja dari berbagai sektor berpartisipasi pada kegiatan tersebut yang dilaksanakan sebagai kick-off dimulainya kegiatan Indonesian Trade & Tourism Promotion (ITTP) 2018 di Koh Pich Exhibition Centre, Gedung K - L, Phnom Penh.

Foto: KBRI Phnom Penh

Kegiatan yang dibuka oleh Duta Besar RI Phnom Penh serta Deputi Direktur Jenderal Promosi Kementerian Perdagangan Kamboja, juga dihadiri oleh Pejabat Cambodian Chamber of Commerce (CCC), Federasi UKM Kamboja (FASMEC), dan perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI, yang turut mendukung kegiatan ITTP 2018.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Business Meeting, baik dari pihak Indonesia dan Kamboja mengharapkan kiranya ada langkah nyata dan berbagai bentuk kerja sama yang dihasilkan oleh kedua belah pihak, mengingat kegiatan tersebut bagi sejumlah peserta yang hadir dirasakan sangat efektif dan produktif dalam mempertemukan sellers dan buyers yang potensial.

Adapun sektor-sektor yang telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut yaitu perusahaan-perusahaan dari sektor makanan dan minuman, farmasi, fashion, aksesoris, kuliner, dan konstruksi. Dalam kesempatan tersebut beberapa perusahaan Indonesia telah memperoleh kesepakatan bisnis antara lain Deltomed Laboratories dan PT. Monde Mahkota Biskuit.
(ita/ita)