DetikNews
Rabu 26 September 2018, 15:17 WIB

Polisi Australia Buru 3 Pria yang Menyiksa dan Membunuh Kanguru

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi Australia Buru 3 Pria yang Menyiksa dan Membunuh Kanguru Pria-pria yang diduga menyiksa dan membunuh kanguru (Western Australia Police via Channel News Asia)
Perth - Kepolisian Australia tengah memburu tiga pria yang dituduh menyiksa dan membunuh sejumlah kanguru. Kasus ini menjadi yang terbaru dari rentetan kasus kekejaman terhadap binatang yang sedang marak di negeri itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (26/9/2018), Kepolisian Australia Barat telah merilis foto ketiga pria yang tengah diburu itu ke publik. Namun identitas ketiga pria itu tidak disebut lebih lanjut.

Ketiga pria itu dicari polisi untuk diperiksa terkait sejumlah insiden terpisah pada bulan Mei dan Juni. "Dua ekor kanguru disiksa dan dibunuh," sebut Kepolisian Australia Barat dalam pernyataannya.


Dalam foto yang dirilis polisi setempat, seorang pria terlihat memakai knuckle-duster, sebuah senjata logam yang dipasang di kepalan tangan. Seorang pria lainnya, yang wajahnya disamarkan, terlihat memakai senjata yang sama di tangannya.

Perburuan tiga pria penyiksa kanguru ini diumumkan beberapa hari setelah seorang pria ditangkap polisi dalam kasus kekejaman terhadap binatang lainnya. Pria itu ditangkap karena secara sengaja menabrak hingga mati beberapa ekor emus, burung khas Australia yang mirip dengan burung unta.

Aksi pria itu memicu kemarahan publik via media sosial. Video yang beredar luas menunjukkan seorang pria dengan sengaja menabrak belasan ekor emus dengan kendaraannya. Pria itu terlihat menghitung dan tertawa keras setiap kali dia mengenai satu ekor emus.


Kelompok aktivis binatang menyebut kasus itu sebagai 'kekejaman mengerikan'.

Pria yang mendalangi aksi keji itu ditangkap di Victoria pada Jumat (21/9) lalu dan diperkirakan akan dijerat sejumlah dakwaan terkait kekejaman terhadap binatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed