DetikNews
Selasa 25 September 2018, 18:19 WIB

Cita Rasa Indonesia di Museum Telekomunikasi Berlin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Cita Rasa Indonesia di Museum Telekomunikasi Berlin Foto: KBRI Berlin
Berlin - Ada yang berbeda dengan resepsi diplomatik Indonesia di Berlin, Jerman tahun ini. Tidak seperti biasanya yang sering digelar di hotel, kali ini perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 diselenggarakan di Museum Telekomunikasi, Berlin pada Senin (24/9).

Museum yang didirikan pada 1898 tersebut memperoleh penghargaan sebagai "the good, pure, and simply worthy style building". Lokasinya pun sangat strategis, yakni sekitar 300 meter dari Mall of Berlin dan 500 m dari Check Point Charli, kawasan elit di Kota Berlin. Hal tersebut memberikan nuansa tersendiri bagi penyelenggaraan Resepsi Diplomatik Indonesia tahun 2018 ini. Tak ayal, pemilihan tempat resepsi di Museum Telekomunikasi Berlin tersebut menuai pujian para hadirin.

Ragam kuliner dan budaya Indonesia memikat ratusan orang di Jerman. Getuk lindri, sate lilit, ayam betutu, urap, selat solo, ketan hitam es krim vanila dan putu ayu tersaji di acara Resepsi Diplomatik tersebut.

"Malam ini adalah malam Indonesia. Sebuah kehormatan bagi kami untuk menyuguhkan cita rasa Indonesia kepada para tamu. Cita rasa yang tak hanya memanjakan mata dan telinga Anda dengan pertunjukan tari dan musik Indonesia, tetapi juga memanjakan lidah anda dengan berbagai kuliner dan minuman khas Indonesia," kata Duta Besar Arif Havas Oegroseno dalam sambutannya menurut rilis pers KBRI Berlin yang diterima detikcom, Selasa (25/9/2018).

Bingkisan cokelat yang dikemas dengan beragam ikon wisata Indonesia pun dibagikan sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.

Foto: KBRI Berlin


Acara Resepsi Diplomatik ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Perwakilan RI di luar negeri untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini diprioritaskan bagi warga negara asing agar mereka dapat mengenal Indonesia lebih dekat. Tidak hanya kalangan pemerintah Jerman dan komunitas diplomatik di Berlin yang diundang, akan tetapi juga kelompok swasta, media, dan komunitas asing di Jerman yang menjadi mitra KBRI selama ini.

Dubes Oegroseno mengaku bersyukur acara tersebut dihadiri lebih dari 300 orang dari 350 undangan yang disebar, meski pada saat yang bersamaan terdapat dua resepsi diplomatik dari negara lain di Berlin.

"Seperti yang kita lihat, museum ini terus dipadati para tamu dan betah menetap hingga jam 21.30. Suatu hal yang tidak biasa dari pengalaman saya mengikuti Resepsi Diplomatik di Berlin selama ini. Petugas museum sampai harus memberikan kode agar acara ini harus segera diakhiri," kata Dubes Oegroseno seusai acara.

Para tamu mulai berdatangan sejak pukul 17.45. Di awal, lantunan musik gamelan Bali yang dibawakan masyarakat Indonesia di Berlin menyambut kedatangan para tamu. Gamelan ini mengiringi tampilan video loop yang menyajikan informasi tentang pariwisata, pembangunan infrastruktur dan kemajuan-beberapa kota di Indonesia. Pada acara inti, tari Cenderawasih dari Bali dan pertunjukan angklung mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin.

"Saya sangat terinspirasi untuk datang ke Indonesia setelah menyaksikan tayangan video dan pertunjukan tadi. Dan saya yakin banyak tamu lain yang memiliki tanggapan yang sama dengan saya. Sebuah kemasan yang apik dan brilian dari acara Resepsi malam ini. Well done and congratulation for Indonesia," kata Nadine Rosen, social influencer dan travel blogger asal Jerman.

Selain kue dan masakan khas Tanah Air, para tamu juga disuguhkan tiga macam kopi dan bir asal Indonesia. Sajian tersebut menuai banyak pujian. Salah satunya dari pejabat Divisi Kebudayaan dan Humas Kemlu Jerman. "Saya sangat menikmati makanan-makanan yang disajikan. Semuanya enak, dan kebetulan saya juga suka pedas, dan makananannya cocok dengan lidah saya," kata dia.

Komentar senada juga disampaikan dari para diplomat Amerika Serikat, Australia dan Filipina yang memberikan apresiasi atas cara penyajian yang menarik dari makanan-makanan tersebut.

"Saya sangat terkesan dengan ide menyajikan bir khas Indonesia. Berbeda dengan resepsi diplomatik lain yang kebanyakan menawarkan aneka wine. Ini sangat pas dengan momen festival bir/Oktoberfest, yang digelar di beberapa kota di Jerman saat ini. Saya suka bir Indonesia," kata seorang diplomat AS yang hadir dalam acara tersebut.



Tonton juga 'Mengunjungi Muang Boran, Museum Terbesar di Bangkok, Thailand':

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed