DetikNews
Selasa 25 September 2018, 16:41 WIB

Iran Tangkap 22 Orang Terkait Serangan Parade Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Iran Tangkap 22 Orang Terkait Serangan Parade Militer Warga sipil juga ikut menjadi korban serangan terhadap parade militer di kota Ahvaz, Iran pada 22 September lalu (ISNA/via Reuters)
Teheran - Otoritas Iran menangkap 22 orang yang diyakini terkait serangan mematikan terhadap parade militer di kota Ahvaz. Sejumlah persenjataan disita dari rumah-rumah milik pelaku serangan.

Serangan itu dilakukan oleh sekelompok pria bersenjata -- laporan menyebut pelaku berjumlah 5 orang -- yang memakai seragam militer. Para pelaku melepas tembakan dari podium penonton yang dikhususkan bagi para pejabat Iran dalam parade militer tahunan yang digelar Sabtu (22/9) lalu. Kantor-kantor berita Iran, seperti Fars dan IRNA, melaporkan bahwa kelima pelaku tewas usai beraksi.


Sedikitnya 25 orang lainnya, termasuk 12 tentara anggota Garda Revolusioner (IRGC), tewas dalam insiden itu. Terdapat seorang wanita dan seorang anak, juga seorang jurnalis di antara korban tewas. Lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

"Sekitar 22 orang yang terlibat dalam serangan di Ahvaz itu telah diidentifikasi dan ditangkap," demikian pernyataan Kementerian Intelijen Iran seperti dikutip kantor berita Tasnim dan dilansir Reuters, Selasa (25/9/2018).

"Sejumlah senjata, material eksklusif dan perlengkapan komunikasi disita dari rumah yang dimiliki lima anggota kelompok teroris yang melakukan serangan," imbuh pernyataan itu.


Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menuduh para pelaku didanai rezim asing. Sama seperti pejabat Iran lainnya, Zarif juga menyebut Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terlibat dalam serangan itu.

"Teroris direkrut, dilatih, dipersenjatai dan dibayar oleh sebuah rezim asing yang telah menyerang Ahvaz. Iran menyatakan para sponsor teror di kawasan ini dan tuan mereka, AS, bertanggung jawab atas serangan itu. Iran akan merespons dengan segera dan dengan tegas demi melindungi nyawa warga Iran," tegasnya.


Deputi Kepala Garda Revolusioner Iran, Hossein Salami, sebelumnya bahkan mengancam bahwa respons 'menghancurkan' akan datang untuk AS dan sekutunya. Dalam tanggapannya, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyebut tuduhan Iran soal keterlibatan AS itu sungguh 'menggelikan'. Ditegaskan Mattis bahwa ancaman Iran tidak membuatnya khawatir.

"Kita sudah sangat jelas bahwa mereka (Iran-red) tidak seharusnya menuduh kita seperti itu. Dan saya yakin bahwa kepala-kepala yang lebih dingin, lebih bijaksanalah yang akan menang," ucap Mattis seperti dilansir Reuters.

"Sejauh ini mereka (Iran-red) menyalahkan sedikitnya tiga negara dan saya pikir satu kelompok teroris. Kita akan lihat sepanjang apa daftarnya berkembang. Tapi akan lebih baik jika mereka memahami apa yang mereka bicarakan sebelum mereka mulai berbicara," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed