DetikNews
Senin 24 September 2018, 11:09 WIB

Seorang Pria Diduga Mata-mata Rusia Ditangkap di Norwegia

Novi Christiastuti - detikNews
Seorang Pria Diduga Mata-mata Rusia Ditangkap di Norwegia Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Oslo - Seorang pria Rusia ditangkap di Norwegia karena dicurigai menjadi mata-mata. Penangkapan dilakukan setelah pria itu dicurigai memata-matai sebuah seminar yang digelar di gedung parlemen Norwegia.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/9/2018), pria Rusia yang ditangkap itu tidak disebut identitasnya dan hanya disebut berusia 51 tahun. Dituturkan Badan Intelijen Norwegia bahwa penangkapan itu dilakukan pada Jumat (21/9) lalu.

"Diduga melakukan aktivitas intelijen ilegal," sebut laporan media lokal soal alasan penangkapan pria Rusia itu.


Atas kecurigaan itu, pria Rusia ini terancam hukuman tiga tahun penjara sesuai aturan hukum yang berlaku di Norwegia.

"Ditangkap pada Jumat (21/9) malam di Bandara Oslo... dan ditahan pada Sabtu (22/9) waktu setempat, untuk dua pekan ke depan," tutur Direktur Komunikasi pada Badan Intelijen Domestik Norwegia, PST, Trond Hugubakken, kepada AFP.

Disebutkan Hugubakken lebih lanjut, pria yang diduga mata-mata Rusia dicurigai melakukan aktivitas intelijen saat menghadiri seminar antar-parlemen yang dihadiri oleh perwakilan dari 34 negara untuk membahas digitalisasi di Stortinget, sebutan untuk parlemen Norwegia.


Penangkapan itu menuai kritikan dari Duta Besar Rusia untuk Norwegia, Teimuraz Ramishvili. Dalam pernyataan via akun Facebook-nya, Ramishvili menyebut penangkapan itu didasari atas 'dalih konyol'.

Penangkapan pria yang diduga mata-mata Rusia itu menjadi insiden terbaru dalam pertikaian intelijen antara Rusia dengan negara-negara Barat.

Awal bulan ini, otoritas Swiss menyebut sejumlah agen intelijen Rusia melancarkan serangan siber terhadap laboratorium Spiez di Bern dan kantor Badan Anti-Doping Dunia (WADA) di Laussanne. Laboratorium yang diserang itu menyelidiki racun yang dipakai dalam serangan terhadap matan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury, Inggris pada Maret lalu.



Saksikan juga video 'Militer Rusia Berlatih Menangkal Serangan Kimia':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed