DetikNews
Kamis 20 September 2018, 18:47 WIB

Kengerian di Pesawat Saat Pengatur Tekanan Udara Lupa Dinyalakan

Novi Christiastuti - detikNews
Kengerian di Pesawat Saat Pengatur Tekanan Udara Lupa Dinyalakan Ilustrasi (REUTERS)
New Delhi - Insiden yang melanda penerbangan maskapai India, Jet Airways, dari Mumbai ke Jaipur memicu kengerian sendiri bagi para penumpang. Situasi tegang saat puluhan penumpang mengalami pendarahan di hidung dan telinga karena rendahnya tekanan udara di dalam kabin pesawat.

Seperti dilansir CNN, Kamis (20/9/2018), penerbangan Jet Airways rute domestik yang membawa 166 penumpang dan lima awak itu terpaksa terbang kembali ke Mumbai akibat insiden yang terjadi pada Kamis (20/9) waktu setempat.

"Saya melihat ada banyak orang mengalami pendarahan di hidung," tutur salah satu penumpang bernama Joel D'Souza kepada CNN.

"Saya melepas masker oksigen saya selama satu detik dan merasa sangat sesak dan panas di dalam kabin. Tidak ada pengumuman apapun dari awak kabin dan tidak ada yang mengetahui apa yang harus dilakukan," imbuh D'Souza.


Dalam pernyataannya, pihak maskapai Jet Airways menyebut pesawat jenis Boeing 737 dengan nomor penerbangan 9W697 itu terpaksa 'terbang kembali (ke Mumbai) akibat berkurangnya tekanan udara di kabin'. Namun pihak Jet Airways tidak menyebut apa penyebab tekanan udara berkurang.

Pihak maskapai hanya menyatakan pesawat mendarat dengan selamat dan seluruh penumpang diturunkan ke terminal. "Pertolongan pertama diberikan ke beberapa penumpang yang mengeluhkan sakit telinga, hidung berdarah dan sebagainya," sebut pihak Jet Airways dalam pernyataannya.

Secara terpisah, seorang pejabat pada Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) yang enggan disebut namanya menuturkan kepada CNN News 18 bahwa awak kokpit diduga lupa menekan tombol untuk mengatur tekanan udara di dalam kabin pesawat. Hal ini berdampak pada berkurangnya tekanan udara secara drastis.

"Saat pesawat menambah ketinggian, awak lupa menekan tombol yang berakibat pada tekanan udara di kabin tidak bisa dijaga, dan masker-masker oksigen diaktifkan," sebut pejabat DGCA tersebut.


Video yang beredar online menunjukkan para penumpang memakai masker oksigen yang otomatis turun dari atas kabin jika tekanan udara berkurang. "Masker tiba-tiba muncul. Penanganannya sungguh buruk karena tidak ada yang memberitahu kami apapun," tutur salah satu penumpang kepada media lokal NDTV.

Seorang penumpang lainnya, Darshak Hathi, menyebut bahwa penerbangan telah bermasalah sejak awal. "Setelah kami lepas landas, AC (pendingin udara-red) tidak berfungsi, kemudian sistem tekanan udara juga tidak berfungsi dan masker oksigen keluar. Beberapa dari kami mengalami pendarahan di hidung dan sakit kepala," tuturnya.

Meski tidak menyebut penyebab berkurangnya tekanan udara di kabin, pihak Jet Aiways menyatakan awak kokpit penerbangan itu 'telah dibebastugaskan dari jadwal menyusul penyelidikan yang berlangsung'.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed