DetikNews
Rabu 19 September 2018, 15:45 WIB

Palparan, Jenderal Penculik dari Filipina Dibui Seumur Hidup

Rita Uli Hutapea - detikNews
Palparan, Jenderal Penculik dari Filipina Dibui Seumur Hidup Foto: UCA News
Manila - Pengadilan Filipina menyatakan purnawirawan Mayor Jenderal Jovito Palparan Jr. bersalah atas penculikan dan penahanan secara ilegal terkait hilangnya dua mahasiswi Filipina pada tahun 2006. Jenderal penculik itu divonis penjara seumur hidup.

Kedua mahasiswi University of the Philippines (UP) tersebut, Karen Empeno dan Sherlyn Cadapan, diculik pada 26 Juni 2006 di Hagonoy, Bulacan. Keduanya tetap tak ditemukan hingga saat ini.

Dalam berkas putusan setebal 31 halaman yang dibacakan Hakim Alexander Tamayo, dua terdakwa lainnya, Letkol Felipe Anotado Jr. dan Sersan Edgardo Osorio juga dinyatakan bersalah atas dakwaan yang sama.

Orangtua kedua korban, Linda Cadapan dan Concepcion Empeno menyatakan puas akan putusan pengadilan pada Senin (17/9) tersebut, nyaris tujuh tahun setelah gugatan diajukan pada Desember 2011, dan 12 tahun setelah kedua mahasiswi itu diculik.

"Kami hanya dua dari banyak keluarga yang senang dengan putusan pengadilan untuk menghukum Palparan. Kami berterima kasih bahwa pengadilan mengakui kebenaran dalam kesaksian para saksi mata kami, yang juga mengalami nasib yang sama dengan putri-putri kami," tutur Concepcion Empeno seperti dilansir The Manila Times, Rabu (19/9/2018).

Menurut Linda Cadapan, putusan tersebut merupakan kemenangan parsial. "Semua korban dan kerabat dari Tagalog Selatan hingga Visayas Timur, hingga Luzon Tengah di mana putri-putri kami diculik dan menghilang, merasakan kemenangan ini," tutur Cadapan seraya menambahkan, kemenangan ini parsial karena pertanyaan selanjutnya masih tetap "di mana anak-anak kami?"

Palparan yang menjadi anggota kongres mewakili kelompok partai antikomunis pada tahun 2009, atau dua tahun setelah pensiun dari militer, bersembunyi pada tahun 2011, namun berhasil ditangkap setelah tiga tahun menjadi buron.

Kelompok-kelompok HAM lokal mengklaim Palparan berada di balik penculikan 206 orang selama dia memimpin berbagai unit militer di Luzon Selatan dan Visaya, selama pemerintahan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo.

Atas vonis ini, Palparan menyatakan akan mengajukan banding. Palparan dijuluki "Berdugo" atau "Penjagal" oleh para pengkritiknya karena operasinya terhadap para pemberontak dan aktivis komunis.




Tonton juga 'Suka Duka Artis Filipina Teejay Marquez Kerja di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed