Tabrakan yang terjadi pada Senin (17/9) sekitar pukul 23.15 waktu setempat itu, memicu bola api yang menghanguskan truk dan bus. Insiden itu terjadi di jalan raya antara Kashan dan Natanz, lebih dari 200 kilometer sebelah selatan Teheran, ibu kota Iran.
"Berdasarkan penyelidikan awal, tanker melenceng ke samping, hingga menabrak bus dan menyebabkan ledakan dan kebakaran yang menewaskan 19 penumpang di tempat kejadian," ujar komandan kepolisian lalu lintas Mohammad-Hossein Hamidi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/9/2018).
Tayangan televisi pemerintah Iran menunjukkan para petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api, sementara para petugas darurat bergegas membawa para korban luka ke sejumlah rumah sakit terdekat. Tidak disebutkan berapa jumlah korban luka-luka maupun total penumpang bus saat kejadian.
Iran termasuk negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Pejabat-pejabat Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sekitar 16.300 orang tewas dalam satu tahun terakhir dengan sekitar 336 ribu orang luka-luka.
Salah satu penyebab utama adalah pengemudi yang ugal-ugalan, buruknya kualitas jalan raya, khususnya di wilayah pedesaan, dan banyaknya jumlah kendaraan yang diproduksi di dalam negeri dilengkapi dengan teknologi yang ketinggalan zaman dikarenakan sanksi-sanksi yang dipimpin Amerika Serikat.
(ita/ita)











































