Seperti dilansir CNN, Senin (17/9/2018), Juan David Ortiz (35) yang seorang agen pengawas pada Dinas Patroli Perbatasan AS ini ditangkap pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Pembunuhan berantai terbongkar setelah korban kelima Ortiz berhasil lolos dari pembunuhan dan melapor ke polisi.
Menurut dokumen Kepolisian Texas, Ortiz mengaku bersalah telah membunuh empat orang antara 3-15 September lalu. Dia dijerat empat dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan penyerangan dengan senjata mematikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen kepolisian awalnya menyebut empat korban terdiri atas tiga wanita dan satu pria. Namun kemudian kantor Sheriff Webb County meralat bahwa korban yang diidentifikasi sebagai pria ternyata seorang wanita transgender.
Menurut dokumen itu, seluruh korban tewas ditembak di bagian kepala. Otoritas setempat menyatakan kepada CNN bahwa seluruh korban bekerja sebagai PSK.
"Dia (Ortiz-red) menargetkan korbannya secara khusus," sebut jaksa Webb County, Isidro R 'Chilo' Alaniz, yang menangani kasus ini. "Tersangka mencari korban-korbannya," imbuhnya.
Alaniz menyatakan bahwa Ortiz bisa disebut sebagai pembunuh berantai. Kasus ini terbongkar setelah wanita yang nyaris menjadi korban kelima berhasil melarikan diri dari Ortiz. Wanita itu lari ke sebuah pom bensin terdekat setelah kabur dari Ortiz dan bertemu seorang petugas keamanan negara bagian.
Kepada otoritas berwenang, wanita itu memberikan ciri-ciri Ortiz, termasuk tato yang dimilikinya. Otoritas setempat menemukan Ortiz di sebuah pom bensin di Laredo. Dia sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan bersembunyi di bawah kasur yang dipasang di sebuah truk pikap.
Ortiz diketahui sudah 10 tahun bertugas menjadi penjaga perbatasan AS dan juga seorang veteran Angkatan Laut AS. Pihak Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) menyatakan akan bekerja sama secara penuh dengan para penyidik terkait kasus ini.
"Sementara kebijakan CBP untuk tidak mengomentari detail penyelidikan yang sedang berlangsung, tindakan kriminal oleh pegawai kami tidak dan tidak akan pernah ditoleransi," tegas juru bicara CBP, Andrew Meehan.
Tonton juga 'Sosok Ari, Pembunuh Sadis yang Bakar Ferin Caddy':
(nvc/rna)











































