Dilansir dari ABC, Sabtu (15/9/2018), Topang Mangkhut termasuk topan yang paling kuat selama tahun ini. Topan yang disertai hujan lebat ini juga membuat sejumlah daerah mengalami tanah longsor.
Penasihat Presiden Filipina, Francis Tolentino, mengatakan, 12 orang meninggal kebanyakan akibat tertimbun tanah longsor dan terkena material bangunan karena angin memporak-porandakan bangunan. Dari 12 korban tewas, 2 di antaranya seorang bayi dan anak berusia 2 tahun.
Lanjut, Francis mengatakan, anak-anak itu tewas karena orang tuanya menolak untuk mengungsi. Di Filipina sendiri sebagian warga ada yang memilih menetap di rumahnya meski pemerintah setempat sudah memberikan peringatan.
"Mereka tidak dapat memutuskan sendiri ke mana harus pergi," ucapnya.
Topan Mangkhut sampai hari ini terus menerjang Filipina dan mengarah ke Hong Kong dan Cina bagian selatan. Diperkirakan, topan ini akan lebih kencang ketika sampai di Cina bagian selatan.
Saksikan juga video 'Badai Mangkhut Ancam Filipina!':
(zak/rvk)











































