DetikNews
Senin 10 September 2018, 15:01 WIB

Gempur ISIS di Suriah, AS Dituding Gunakan Bom Kimia Fosforus

Novi Christiastuti - detikNews
Gempur ISIS di Suriah, AS Dituding Gunakan Bom Kimia Fosforus Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Moskow - Otoritas Rusia menuding Amerika Serikat (AS) menggempur wilayah Suriah bagian timur dengan menggunakan bom fosforus. Gempuran itu disebut dilancarkan terhadap target militer di wilayah sipil, yang jelas dilarang oleh hukum internasional.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/9/2018), gempuran udara AS ke Suriah bagian timur itu terjadi pada Sabtu (8/9) waktu setempat. Gempuran itu ditargetkan ke sebuah desa bernama Hajin yang merupakan markas kuat terakhir kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.

"Dua pesawat F-15 milik Amerika melancarkan pengeboman pada 8 September (Sabtu) menargetkan area Hajin di wilayah Deir Ezzor menggunakan amunisi fosforus pembakar," sebut Jenderal Rusia, Vladimir Savtchenko, dalam pernyataannya.

"Serangan-serangan ini memicu kebakaran hebat. Kami sedang mengklarifikasi informasi soal dugaan korban tewas dan korban luka," imbuhnya.


Fosforus merupakan unsur kimia non-logam yang beracun dan mudah terbakar. Penggunaan fosforus putih dilarang di bawah Konvensi Jenewa, terutama terhadap warga sipil dan terhadap target-target militer yang sah di area-area dengan populasi mayoritas warga sipil.

Diketahui bahwa ISIS masih mengusai salah satu wilayah di Deir Ezzor, yang terletak di antara Sungai Eufrat di Suriah dengan perbatasan Irak. ISIS juga masih menguasai kawasan gurun di Suriah.

Koalisi internasional yang dipimpin AS bertujuan membantu koalisi pasukan Kurdi dan Pasukan Demokratik Suriah (FDS) yang terus memerangi ISIS. Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Reuters, Pentagon atau Departemen Pertahanan Rusia menyangkal tudingan Rusia itu.

"Untuk saat ini, kami tidak menerima laporan apapun soal penggunaan fosforus putih," tegas juru bicara Pentagon, Komandan Sean Robertson. "Tidak ada unit militer di area tersebut, yang bahkan dilengkapi dengan amunisi fosforus putih jenis apapun," imbuhnya.


Sejumlah kelompok HAM sebelumnya menyebut bahwa koalisi pimpinan AS melawan ISIS pernah menggunakan amunisi fosforus putih dalam operasi militer di Suriah. Bom fosforus putih memicu asap pekat warna putih dan gampang tersulut api.

Kelompok-kelompok HAM mengkritik penggunaan amunisi fosforus putih di kawasan permukiman warga sipil karena bisa membunuh dan memicu luka permanen terhadap manusia yang terkena api yang dipicu oleh asap fosforus putih.


(nvc/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed