DetikNews
Senin 03 September 2018, 18:17 WIB

Ancam Potong Kelamin Siswa, Guru di Malaysia Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Ancam Potong Kelamin Siswa, Guru di Malaysia Ditangkap Polisi Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Kuala Lumpur - Dua guru di Kuantan, Malaysia ditangkap polisi setelah salah satu dari mereka mengancam akan memotong alat kelamin salah satu siswanya. Kedua guru itu juga diduga memukuli siswa tersebut dengan tongkat rotan.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir The Star, Senin (3/9/2018), penangkapan dilakukan setelah orangtua siswa itu melaporkan tindakan kedua guru itu ke polisi setempat. Dua guru yang berusia 43 tahun dan 42 tahun itu mengajar di sebuah sekolah tahfiz yang ada di Kuantan.

Keduanya ditangkap polisi pada Sabtu (1/9) malam waktu setempat. Identitas keduanya tidak diungkap ke publik. Hanya disebutkan bahwa mereka terdiri atas seorang guru wanita dan seorang guru pria.


Sang guru wanita dilaporkan sempat melontarkan ancaman akan memotong alat kelamin korban yang berusia 8 tahun dan membakarnya. Dituturkan Kepala Kepolisian Kuantan, Mohamad Noor Yusof Ali, bahwa ayah korban yang berusia 25 tahun mengetahui insiden itu dari sebuah video yang viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 19 detik itu menunjukkan sang guru wanita mengucapkan ancaman akan memotong alat kelamin korban dengan gunting taman. Dia juga mengancam akan membakarnya dengan sebuah pemantik api. Ada dua video lainnya yang beredar luas di internet, yang menunjukkan korban dipukuli dengan tongkat rotan oleh kedua guru tersebut, usai dituding mencuri makanan temannya.

"Ayah korban dihubungi oleh kedua tersangka yang mengklaim bahwa korban mencuri makanan temannya dan tidak menyiram toilet usai menggunakannya," sebut Mohamad Noor kepada Bernama.


Disebut Mohamad Noor bahwa ayah korban marah besar mengetahui tindakan kedua guru itu pada putranya dan melaporkannya ke polisi. "Selain penangkapan, polisi juga menyita sebuah tongkat rotan dan gunting taman," sebutnya.

"Korban, yang mengeluhkan sakit di punggung, dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan untuk diperiksa dan kasus ini diselidiki di bawah pasal 31 ayat (1) (a) pada Undang-undang Anak tahun 2001," imbuh Mohamad Noor.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed