Diplomasi dengan Korut Mandek, Menhan Korsel Diganti

Diplomasi dengan Korut Mandek, Menhan Korsel Diganti

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Agu 2018 15:28 WIB
Diplomasi dengan Korut Mandek, Menhan Korsel Diganti
Song Young-Moo (dalam foto) digantikan oleh Jeong Kyeong-Doo yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Gabungan Korsel (Korea Joongang Daily)
Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In menunjuk Kepala Staf Gabungan Jeong Kyeong-Doo menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel yang baru. Pergantian posisi Menhan Korsel ini dilakukan di tengah mandeknya diplomasi dengan Korea Utara (Korut).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/8/2018), Jeong Kyeong-Doo (58) yang mantan pilot jet tempur ini akan menggantikan Song Young-Moo sebagai Menhan Korsel.

Dia akan mengambil alih kendali atas Kementerian Pertahanan Korsel di tengah upaya pemerintah Korsel untuk mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan dengan Korut, juga di tengah masa-masa ketidakpastian hubungan dengan Amerika Serikat (AS), sekutu utama Korsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeong tidak memerlukan persetujuan parlemen Korsel untuk ditetapkan sebagai Menhan Korsel, namun harus menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dan menjawab pertanyaan para anggota parlemen Korsel.


Media-media lokal melaporkan, Jeong merupakan Menhan Korsel pertama yang memiliki latar belakang Angkatan Udara dalam 24 tahun terakhir.

Diketahui bahwa AS berupaya menekan Korut untuk menghentikan program nuklir dan rudalnya. Sebagai bagian dari upaya itu, Presiden AS Donald Trump menangguhkan latihan militer dengan Korsel. Hal itu diumumkan Trump usai bertemu pemimpin Korut Kim Jong-Un di Singapura pada Juni lalu.

Namun dengan perundingan antara AS dan Korut terhenti, ada spekulasi bahwa latihan militer AS-Korsel akan dimulai kembali. Korut selama ini menganggap latihan militer AS-Korsel sebagai persiapan untuk menginvasi wilayahnya.

Dalam pernyataan pada Rabu (29/8) waktu setempat, Trump menyatakan tidak ada alasan untuk memulai kembali latihan militer dengan Korsel. Namun Menteri Pertahanan AS James Mattis menginterpretasikan pernyataan Trump itu mengindikasikan latihan militer mungkin dimulai kembali.


Pada saat yang sama, Korsel sedang mengupayakan agar hubungan dengan Korut bisa meningkat.

Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan hendak mengurangi jumlah pos penjaga dan jumlah perlengkapan militer yang dipasang di zona demiliterisasi (DMZ) di perbatasan dengan Korut. Hal itu diatur dalam kesepakatan yang tercapai antara Presiden Moon dan Kim Jong-Un dalam pertemuan April lalu. Presiden Moon dan Kim Jong-Un berencana kembali bertemu -- yang ketiga kalinya -- pada September mendatang.

Selain menunjuk Menhan baru, Presiden Moon juga memilih Menteri Urusan Tenaga Kerja dan Perindustrian yang baru. Lee Jae-Kap yang ditunjuk menjadi Menteri Urusan Tenaga Kerja dan Perindustrian baru akan menghadapi pasar kerja terburuk sejak krisis finansial tahun 2008-2010.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads