DetikNews
Rabu 22 Agustus 2018, 03:23 WIB

Senat AS Bakal Bahas Sanksi untuk Rusia

Faiq Hidayat - detikNews
Senat AS Bakal Bahas Sanksi untuk Rusia Ilustrasi Bendera Rusia (Foto: Dok. Anadolu Agency)
Washington - Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dengan segera. Pimpinan Senator AS, Mitch McConnell mengatakan, sanksi tersebut diperkirakan dibahas pada bulan November nanti.

Dilansir Reuters, Rabu (22/8/2018), McConnell menyebutkan sanksi itu akan dibahas dalam kongres Senator. Kongres juga sedang membahas rancangan undang-undang (RUU) bipartisan yang mengatur tentang pembatasan investasi utang luar negeri Rusia. Dalam RUU itu melarang bank-bank milik Rusia beroperasi di AS.

"Kami akan di sini lebih lama tahun ini dan ini akan menjadi daftar yang sangat dipertimbangkan pada pembahasan," kata McConell pada Selasa (21/8) waktu setempat.



Dia menyatakan masa sidang akan sibuk pada September, maka pembahasan sanksi untuk Rusia diperkirakan bakal digelar pada November. McConnell mengatakan kepada wartawan, peluang terganjalnya sanksi untuk Rusia "kemungkinannya sangat kecil".

Pengamat dari RAND Corporation sekaligus duta besar AS untuk Kazakhstan, Georgia, dan anggota komisi AS-Soviet, William Courtney, berpendapat sanksi itu bakal diberikan lantaran Rusia mengakibatkan krisis di Krimea, Ukraina, Suriah dan penyerangan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris. AS telah memberlakukan sanksi dan menutup konsulat Rusia di San Francisco dan Seattle serta kawasan di Maryland dan New York.

Padahal Rusia adalah eksportir gas alam dan gandum terbesar di dunia, eksportir minyak terbesar kedua, dan eksportir batu bara terbesar ketiga. Ini adalah pemasok gas terbesar dan paling murah di Eropa. Rusia adalah daratan utama dan rute penerbangan antara Cina dan Eropa, dan negara adikuasa nuklir.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan perbuatan Rusia sangat tepat untuk mengisolasi Rusia ketika terjadi ketegangan tinggi, dan berdialog lebih penting.

AS menyatakan jika sanksi tidak akan diberikan kepada Rusia apabila kegiatan negara Moskow itu tidak melakukan kegiatan yang buruk. Namun opsi pemberian sanski paling efektif untuk merubah tindakan Rusia.
(fai/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed