DetikNews
Jumat 10 Agustus 2018, 11:20 WIB

Serangan di Yaman Tewaskan 29 Anak, PBB dan AS Desak Penyelidikan

Novi Christiastuti - detikNews
Serangan di Yaman Tewaskan 29 Anak, PBB dan AS Desak Penyelidikan Salah satu anak yang menjadi korban luka dalam serangan udara di Saada, Yaman (REUTERS/Naif Rahma)
New York - Serangan udara yang mengenai sebuah bus di Yaman menewaskan puluhan orang termasuk 29 anak-anak. Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kompak menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas serangan yang dilancarkan koalisi Arab Saudi itu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (10/8/2018), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan udara yang mengenai sebuah bus berisi anak-anak di Saada, Yaman itu. Guterres menyerukan dilakukannya 'penyelidikan independen dan segera' terhadap serangan itu.

"Menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional, khususnya terkait aturan mendasar soal pembedaan, proporsionalitas dan pencegahan dalam serangan," ucap juru bicara Guterres, Farhan Haq, dalam pernyataannya.

"Sekretaris Jenderal menekankan agar semua pihak harus memiliki kepedulian konstan untuk mengecualikan warga sipil dan objek-objek sipil dalam pelaksanaan operasi militer," imbuh Haq.


Selain menyerukan 'penyelidikan independen dan segera', Guterres juga menegaskan kembali seruan soal dialog dalam penyelesaian konflik Yaman. "Penyelesaian politik yang dirundingkan melalui dialog inklusif intra-Yaman sebagai satu-satunya cara mengakhiri konflik," tegas Haq.

Secara terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, menyatakan AS sangat 'khawatir' atas laporan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil, terutama anak-anak, dalam serangan koalisi pimpinan Saudi di Saada, Yaman pada Kamis (9/8) waktu setempat.

"Kami menyerukan koalisi pimpinan Saudi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap insiden itu," ucap Nauert.

Nauert menyatakan pihaknya selalu menanggapi setiap keterangan kredibel soal jatuhnya korban sipil 'dengan sangat serius'. "Kami menyerukan semua pihak-pihak untuk mengambil langkah-langkah yang layak untuk melindungi warga sipil," tegasnya.


Komisi Palang Merah Internasional (ICRC) menyebut serangan udara di Saada menewaskan 29 anak-anak, dengan usia di bawah 15 tahun. Serangan itu disebut mengenai sebuah bus yang penumpangnya anak-anak yang sedang berhenti di pasar Dahyan, Saada, saat terkena serangan udara. Departemen Kesehatan Saada menyebut total ada 43 orang yang tewas akibat serangan itu.

Sementara itu, koalisi pimpinan Saudi membenarkan pihaknya melancarkan serangan udara ke Saada, yang dikuasai pemberontak Houthi. Namun Saudi mengklaim serangan itu sebagai 'aksi militer yang sah' yang menargetkan Houthi yang bertanggung jawab atas serangan rudal ke Jizan, Saudi, pada Rabu (8/8) waktu setempat.

Ditegaskan juru bicara koalisi Saudi, Turki al-Maliki, kepada AFP bahwa klaim organisasi kemanusiaan soal anak-anak ada di dalam bus yang terkena serangan sungguh 'menyesatkan'. Al-Maliki menyatakan bahwa bus yang diserang itu membawa para pemberontak Houthi.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed