Seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Senin (6/8/2018), Wakil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zamshari Shaharan, menyatakan pihaknya telah berhasil menghubungi total 84 warga Malaysia yang kini ada di beberapa lokasi di Lombok.
Zamshari menyatakan dirinya telah mendapat kepastian bahwa semuanya dalam keadaan aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta mengimbau warga Malaysia di Lombok untuk tetap berada di tempat yang aman dan menghindari area-area yang berisiko tinggi, termasuk gedung-gedung yang rusak akibat gempa.
"Sejumlah area di Lombok Utara dan Lombok Timur, suplai listriknya masih terputus dan warga Malaysia yang terkena dampaknya disarankan untuk tetap tenang dan selalu mematuhi instruksi otoritas setempat," imbuh Zamshari.
Ditambahkan Zamshari, setiap warga Malaysia yang berencana bepergian ke Lombok dalam waktu dekat diingatkan untuk selalu waspada dan memantau situasi terbaru. Dia juga meminta setiap warga yang membutuhkan bantuan untuk menghubungi pihak Kedubes Malaysia di Jakarta.
Sejauh ini sedikitnya 91 orang tewas dan sekitar 209 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempa yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8) petang. Sebagian besar korban tewas karena tertimpa bangunan roboh. Seluruh korban tewas dipastikan merupakan WNI.
Gempa Lombok juga memicu korban tewas di Bali yang ikut merasakan getaran kuat. Dua orang dilaporkan tewas di Denpasar, ibu kota Bali dan sekitar 20 orang lainnya luka-luka di Kabupaten Karang Asem.
Tonton juga 'Prosesi Evakuasi di Gili Berlangsung Dramatis':












































