detikNews
Selasa 31 Juli 2018, 11:07 WIB

Ini Saran Penyelidik MH370 Untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

Novi Christiastuti - detikNews
Ini Saran Penyelidik MH370 Untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan Keberadaan MH370 hingga kini belum diketahui (BBC World)
Kuala Lumpur - Tim penyelidikan tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH370 menyusun daftar rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Salah satunya menyarankan agar MAS mengubah sistem pelacakan penerbangannya.

Selain terhadap MAS, rekomendasi juga diberikan untuk Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAB) dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Rekomendasi itu dimuat dalam Laporan Investigasi Keselamatan yang dirilis otoritas Malaysia pada Senin (30/7) kemarin.

Seperti dilansir The Star, Selasa (31/7/2018), ada delapan rekomendasi yang disampaikan tim penyelidik MH370 untuk MAS, termasuk menyarankan agar sistem penerbangan yang dikenal sebagai 'Flight Explorer' ditingkatkan kualitasnya menjadi sistem pelacakan real-time global.


Tim juga menyarankan dilakukannya pengkajian dan pengenalan langkah-langkah keamanan baru bagi pemeriksaan kargo di seluruh bandara, khususnya Bandara Internasional Penang. Kemudian juga mengembangkan 'quick reference' komprehensif bagi operasional menara pemandu atau ATC dalam menangani operasional atau situasi tidak wajar.

"Direkomendasikan juga bahwa awak penerbangan melaporkan kepada operasional penerbangan MAB soal setiap penyakit serius yang bisa memicu ketidakmampuan medis," sebut laporan itu.

Dalam laporan itu, tim juga menyarankan agar ICAO mengkaji efektivitas transmiter pencari darurat yang biasa dipasang pada pesawat penumpang.

"ICAO seharusnya juga mempertimbangkan sejumlah cara lain untuk secara efektif menentukan lokasi sebuah pesawat yang masuk ke dalam air," demikian bunyi rekomendasi untuk ICAO.


Kemudian untuk Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia, rekomendasi yang diberikan adalah mengkaji prosedur koordinasi yang sudah ada atau memberlakukan prosedur baru antara pusat layanan lalu lintas udara di Kuala Lumpur dengan pusat pemandu lalu lintas udara gabungan dalam melacak target utama yang tak teridentifikasi oleh radar controller.

"Para pemandu lalu lintas udara diberi pelatihan penyegaran demi memastikan prosedur yang berlaku selalu dipatuhi," tegas laporan itu.

Rekomendasi-rekomendasi itu disusun oleh para anggota tim penyelidikan internasional independen yang terdiri atas 19 penyelidik Malaysia dan perwakilan otoritas penyelidikan keselamatan dari berbagai negara seperti Inggris, Australia, Prancis, China, Amerika Serikat, Indonesia dan Singapura.

Sementara itu, kesimpulan dalam laporan terbaru adalah para penyelidik tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada MH370 yang hilang pada tahun 2014. "Kesimpulannya, tim tidak bisa menentukan penyebab sebenarnya dari menghilangnya MH370," demikian kalimat penutup laporan tersebut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed