DetikNews
Jumat 27 Juli 2018, 19:22 WIB

Tim Penyelamat Gua Thailand Selamatkan Bayi dari Banjir Laos

Novi Christiastuti - detikNews
Tim Penyelamat Gua Thailand Selamatkan Bayi dari Banjir Laos Seorang bocah menjadi korban banjir di Laos (Dok. REUTERS/Soe Zeya Tun)
Vientiane - Banjir dahsyat yang menerjang Laos bagian selatan usai bendungan jebol, telah membuat ribuan orang terjebak. Sedikitnya 14 orang, termasuk seorang bayi, berhasil diselamatkan tim relawan yang sebelumnya membantu penyelamatan remaja terjebak gua Thailand.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/7/2018), bayi laki-laki itu ditemukan ketakutan dan kelaparan setelah berhari-hari tidak makan karena terjebak banjir. Banyak warga Laos terjebak banjir setelah melarikan diri ke perbukitan usai bendungan Xe-Namnoy jebol pada Senin (23/7) lalu. Desa-desa sekitar bendungan itu dilanda banjir bandang.

Tim penyelamat asal Thailand, yang sebelumnya berhasil mengeluarkan 12 remaja dan pelatihnya dari gua Tham Luang, ikut melibatkan diri dalam upaya penyelamatan di Laos. Mereka menembus banjir yang diwarnai arus deras dan puing-puing serta pepohonan yang tumbang.


Bayi yang diselamatkan itu merupakan salah satu dari 14 orang yang terjebak banjir selama berhari-hari. Aksi penyelamatan itu terekam kamera amatir dan videonya sempat viral di internet.

"Bayi laki-laki itu berusia empat bulan. Dia tidak mengalami demam, tapi dia menangis, mungkin karena cuaca dingin," tutur Kengkard Bongkawong, salah satu tim penyelamat asal Thailand. "Bayi itu menangis dan terlihat ketakutan. Sebenarnya mereka semua takut pada arus banjir," imbuhnya.

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang belum diketahui pasti. Awal pekan ini, otoritas Laos menyebut 27 jenazah telah ditemukan dan sekitar 131 orang lainnya dilaporkan hilang. Namun dalam keterangan pada Jumat (27/7) ini, Gubernur Provinsi Atapeu, Xiayaphone, merevisi jumlah korban tewas menjadi lima orang. Dia menyebut jumlah korban tewas yang banyak didasarkan pada 'informasi yang tidak terkonfirmasi'.


Otoritas Laos yang sangat tertutup tidak terbiasa pada sorotan global dan memblokir akses warganya ke media asing. Hal ini mempersulit upaya mengonfirmasi jumlah korban tewas.

Misteri jumlah korban semakin mendalam pada Jumat (27/7) ini saat salah satu warga Ban Mai yang terdampak paling parah, menuturkan kepada AFP bahwa delapan warga di desanya tewas saat banjir bandang datang.

"Beberapa dihantam rumah, yang lain terjatuh ke air saat kapal mereka terbalik. Tapi jasad mereka belum ditemukan. Ini menjadi tugas sulit bagi para penyelamat, karena ketinggian banjir," ucap warga bernama Phuvieng Kumprasong (54) kepada AFP.

Desa Ban Mai merupakan satu dari puluhan desa yang diterjang banjir bandang yang dipicu jebolnya bendungan Xe-Namnoy.


(nvc/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed