Korut Tunjuk Pejabat Lebih Muda Jadi Kepala Staf Militer Baru

Korut Tunjuk Pejabat Lebih Muda Jadi Kepala Staf Militer Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Jul 2018 18:35 WIB
Korut Tunjuk Pejabat Lebih Muda Jadi Kepala Staf Militer Baru
Kim Jong-Un dan Ri Yong-Gil dalam foto yang tak diketahui tanggalnya (AFP/File Photo)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) menunjuk seorang pejabat baru untuk menempati posisi Kepala Staf Militer. Ri Yong-Gil ditunjuk menjadi Kepala Staf Militer yang baru sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan Korut di bawah Kim Jong-Un.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (27/7/2018), seiring kiprah Kim Jong-Un menggeser fokus pada perekonomian dan mengejar diplomasi dengan Amerika Serikat (AS), dia telah mengganti sejumlah pejabat senior yang lebih konservatif dan berpegang pada doktrin nuklir dengan para loyalisnya yang akan mengikuti perubahan apapun yang diambilnya.

Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Ri Yong-Gil telah menemani Kim Jong-Un dalam kunjungan ke pemakaman veteran perang pada Jumat (27/7) ini. Tanggal 27 Juli ini menandai 65 tahun gencatan senjata antara Korut dan Korsel yang mengakhiri Perang Korea tahun 1950-1953 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ri Yong-Gil sebelumnya menduduki jabatan bintang empat dalam militer Korut, sebelum diturunkan pangkatnya menjadi Deputi Chief dengan tiga bintang untuk alasan yang tidak disebutkan tahun 2016 lalu.

Selain Ri Yong-Gil, pejabat-pejabat lainnya yang ditunjuk adalah No Kwang-Chol yang tadinya menjabat Wakil Pertama Menteri Pertahanan Korut menjadi Menteri Pertahanan Korut dan Jenderal Militer Kim Su-Gil menjadi Direktur Biro Politik pada militer Korut.

Semua pejabat yang baru ditunjuk berusia lebih muda dari pendahulu mereka, meskipun rata-rata sudah berusia 60-an tahun. Ri Yong-Gil yang berusia 63 tahun, diketahui lebih muda 21 tahun dari Kepala Staf Militer sebelumnya, Ri Myong-Su.


Dengan Korut dan AS tengah dalam perundingan nuklir, para pejabat AS meyakini ada sedikit perbedaan pendapat dalam militer Korut. Namun, tidak diketahui pasti apakah para pejabat yang diganti, termasuk yang menentang perundingan dengan AS itu.

(nvc/ams)


Berita Terkait