detikNews
Rabu 25 Juli 2018, 11:32 WIB

15 Orang Ditangkap Terkait Skandal Vaksin di China

Rita Uli Hutapea - detikNews
15 Orang Ditangkap Terkait Skandal Vaksin di China Foto: thinkstock
Beijing - Otoritas China telah menangkap 15 orang terkait skandal vaksin yang merebak di negeri itu. Mereka yang ditangkap termasuk direktur perusahaan pembuat vaksin Changchun Changsheng Biotechnology yang telah memalsukan data produksi dalam pembuatan vaksin rabies.

Changchun Changsheng Biotechnology telah diperintahkan untuk menghentikan produksi vaksin tersebut dan menarik seluruh produk itu dari peredaran.



Otoritas di kota Changchun, tempat perusahaan tersebut berbasis, telah menangkap 15 orang termasuk direktur perusahaan atas "kecurigaan pelanggaran kriminal."

Demikian diumumkan kepolisian kota tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/7/2018). Kepolisian tidak menyebutkan nama lengkap direktur tersebut, namun sebelumnya dia telah diidentifikasi sebagai Gao Junfang.




Sejauh ini belum ditemukan bukti mengenai bahaya yang ditimbulkan dari vaksin tersebut, namun skandal ini telah memicu kepanikan di China. Terlebih setelah aparat Provinsi Jilin mengumumkan bahwa vaksin difteri, tetanus dan pertussis yang diproduksi perusahaan tersebut pada 2017 juga masih di bawah standar.

Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasarkan 250 ribu dosis vaksin tersebut pada tahun 2017 lalu. Vaksin ini disubsidi pemerintah dan diberikan kepada seluruh bayi di China.

Belum diketahui berapa banyak bayi yang telah menerima suntikan vaksin itu, namun sejauh ini belum ada laporan bayi yang sakit setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut.



Tonton juga video: 'Duh! Sudah Dapat Vaksin Lengkap, Kenapa Ada Pasien Kena Difteri?'

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com