DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 16:22 WIB

Merakit Bom untuk Taliban, Pria Inggris Dibui Seumur Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Merakit Bom untuk Taliban, Pria Inggris Dibui Seumur Hidup Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)
London - Seorang pria Inggris yang pernah merakit bom untuk Taliban di Afghanistan dijatuhi vonis penjara seumur hidup, dengan masa hukuman yang dijalani minimum 40 tahun. Pria ini juga bersalah merencanakan serangan pisau di Gedung Parlemen London.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (21/7/2018), Khalid Ali (28) yang berasal dari London Utara ditangkap polisi pada April 2017. Penangkapan Ali berlangsung dramatis di jalanan di luar Gedung Parlemen di Westminster, dengan tiga mata pisau ditemukan disembunyikan di dalam pakaiannya.

Dalam putusannya, pengadilan pidana pusat Old Bailey di London menyatakan bahwa Ali sudah sangat dekat dengan eksekusi rencana serangan terhadap polisi, politikus atau personel militer setempat. Dia ditangkap lima hari sebelum melancarkan serangan teror.

Dalam sidang, Ali mengakui dirinya telah merakit bom untuk Taliban di Afghanistan tahun 2012 lalu. Dia bahkan mengklaim merakit 300 peledak.


Pada Selasa (17/7) lalu, Ali yang berprofesi sebagai tukang ledeng ini dinyatakan bersalah atas satu dakwaan mempersiapkan aksi teroris di Inggris dan dua dakwaan kepemilikan bahan peledak di luar negeri.

Dalam sidang putusan pada Jumat (20/7) waktu setempat, hakim Nicholas Hilliard menjatuhkan tiga vonis penjara seumur hidup terhadap Ali. Tiga vonis itu diperintahkan untuk dijalani bersamaan, sehingga Ali hanya perlu menjalani satu hukuman penjara seumur hidup dengan masa hukuman minimum 40 tahun penjara.

"Saya sungguh yakin Anda pernah berada di Afghanistan. Anda merupakan anggota tim perakir IED (bom rakitan) yang meledak dalam pertempuran sebelum Januari dan Juli 2012," tegas hakim Hilliard.

Ali dicegat otoritas Inggris di Bandara Heathrow untuk diinterogasi pada November 2016. Sidik jari dan sampel DNA miliknya diambil. Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat (AS) kemudian mencocokkan sidik jari Ali dengan sejumlah peledak yang ditemukan tentara Afghanistan tahun 2012. Sidik jarinya cocok dengan sidik jari pada peledak-peledak itu. Nama Ali lantas masuk daftar pengawasan intelijen Inggris.


Tahun lalu, Ali kedapatan melakukan survei di sejumlah lokasi di London, termasuk Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen. Dia juga ketahuan saat membeli sejumlah pisau. Kepolisian Inggris memutuskan menangkap Ali pada 27 April 2017 di luar Gedung Parlemen, tidak jauh dari kantor Perdana Menteri Inggris Theresa May di Downing Street.


Tonton juga video: 'Ledakan di Stasiun Bawah Tanah London, Seorang Pria Diamankan'

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed