DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 15:27 WIB

Korban Tewas Kapal Tenggelam di Danau AS Jadi 17 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Korban Tewas Kapal Tenggelam di Danau AS Jadi 17 Orang Situasi di danau Missouri yang menjadi lokasi kapal tenggelam (SOUTHERN STONE COUNTY FIRE PROTECTION DISTRICT/Facebook/via REUTERS)
Missouri - Korban tewas dalam insiden kapal terbalik dan tenggelam di danau Missouri, Amerika Serikat (AS) bertambah menjadi 17 orang. Di antara korban tewas terdapat sembilan orang yang merupakan satu keluarga.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (21/7/2018), kapal wisata jenis amfibi, atau yang dikenal sebagai 'duck boat' karena memiliki roda dan bisa bergerak di daratan juga di air ini, mengalami insiden saat bergerak ke tepi danau di tengah angin kencang.

Kapal yang membawa 31 orang termasuk anak-anak ini, dihantam gelombang air dana hingga terbalik lalu tenggelam.


Otoritas setempat menyatakan sejauh ini 17 orang, yang usianya 1-70 tahun, tewas dalam insiden ini. Para korban tewas berasal dari enam negara bagian AS. Ada 14 korban selamat dalam insiden ini, dengan tujuh orang di antaranya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Salah satu korban luka adalah Tia Coleman, namun sayangnya dia kehilangan 9 anggota keluarganya dalam insiden itu. Dituturkan Coleman bahwa hanya dirinya dan seorang keponakannya yang selamat dari keluarga mereka.

"Saya kehilangan semua anak saya, saya kehilangan suami saya," tutur Coleman kepada televisi lokal, Fox 59, dari ranjang rumah sakit. "Saya baik-baik saya tapi ini sungguh sulit, sungguh sulit," imbuhnya.


Insiden ini dipicu oleh angin kencang dengan kecepatan 119 kilometer per jam yang dibawa oleh badai yang tiba-tiba menerjang danau di Missouri tersebut. Saat itu hanya ada dua kapal di danau saat badai menerjang. Satu kapal lainnya berhasil mencapai tepi danau dengan selamat.

Dituturkan Coleman bahwa kapten kapal tersebut sempat memberi tahu agar mereka tidak perlu memakai jaket penyelamat. Coleman menduga hal ini yang membuat banyaknya korban jiwa. Bangkai kapal telah ditemukan di kedalaman 25 meter oleh tim penyelamat.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah mengirimkan tim untuk menyelidiki insiden ini. Penyelidikan akan fokus pada pertanyaan apakah awak kapal menyadari adanya peringatan badai dan apakah para penumpang memakai rompi penyelamat.


Tonton juga video: '5 Imigran Afrika Ditemukan Tewas di Pantai Libya'

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed