DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 18:35 WIB

Marak Pelecehan di Pesta Piala Dunia, Polisi Paris Minta Korban Lapor

Novi Christiastuti - detikNews
Marak Pelecehan di Pesta Piala Dunia, Polisi Paris Minta Korban Lapor Pesta kemenangan Prancis dalam Piala Dunia 2018 digelar di jalan Paris dan kota-kota lainnya (AFP/Eric Feferberg)
Paris - Kepala Kepolisian Paris, Prancis mengimbau para wanita untuk melaporkan setiap kasus pelecehan seksual yang terjadi saat perayaan kemenangan tim Prancis dalam Piala Dunia 2018. Perayaan dan parade besar-besaran digelar di jalanan Paris beberapa hari lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (18/7/2018), imbauan ini dirilis Kepolisian Paris setelah banyak testimoni para korban pelecehan seksual yang bermunculan via media sosial dalam beberapa hari terakhir.

"Kasus-kasus ini harus dilaporkan kepada kami agar penyelidikan bisa dilakukan," kata Kepala Kepolisian Paris, Michel Delpuech, kepada radio lokal Europe 1. "Personel-personel kami jelas akan bisa mengejar para pelaku jika mereka teridentifikasi," imbuhnya.


Tonton juga video: 'Ramai Disebut Lecehkan Via Vallen, Marko Simic Pulang Kampung'

[Gambas:Video 20detik]


Sejumlah laporan korban yang mengaku dicium paksa dan diraba mulai muncul setelah Prancis menang melawan Kroasia dalam pertandingan final Piala Dunia 2018 pada Minggu (15/7) malam. Ratusan ribu orang tumpah ruah ke jalanan Paris dan kota-kota lainnya di Prancis.

Laporan pelecehan seksual lainnya juga muncul saat parade kemenangan Prancis di sepanjang Champs Elysees pada Senin (16/7) waktu setempat. Beberapa laporan yang diungkap via Twitter itu menggunakan tagar #MeTooFoot yang merupakan kependekan dari 'Me Too Football', merujuk pada gerakan melawan pelecehan seksual yang mencuat saat terungkapnya skandal seks produser Hollywood Harvey Weinstein.

"Bagi saya, itu (pelecehan-red) terjadi saat gol ketiga ... ketika saya merasakan ada tangan yang masuk ke dalam rok saya," tutur seorang pengguna Twitter bernama Isa dalam postingan pada Senin (16/7) lalu.


"Semua yang saya ingat soal kemenangan Prancis adalah diserang secara seksual di Champs-Elysees," sebut seorang wanita lainnya, seperti dilansir media Prancis, thelocal.fr.

"Seorang pria yang mabuk meletakkan tangannya di bokong saya dan berusaha mencium saya. Saya mendorongnya dan dia menarik saya di leher dan berkata: 'Ini kemenangan, apa yang kamu harapkan?'," ungkap seorang wanita lainnya.

Para wanita yang menjadi korban pelecehan seksual memilih tidak melapor ke polisi. Mereka beralasan polisi tidak akan menangani kasus mereka karena para pelaku kabur dengan cepat di tengah kerumunan banyak orang.


Dalam pernyataan terpisah, Menteri Kesetaraan Prancis, Marlene Schiappa, juga mendorong para korban untuk melapor. "Seorang pria mencium paksa seorang wanita saat pesta Piala Dunia, itu penyerangan seksual yang harus dihukum sesuai undang-undang," tegasnya via Twitter.



Marak Pelecehan di Pesta Piala Dunia, Polisi Paris Minta Korban Lapor

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed