DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 15:58 WIB

12 Remaja Sempat Gali Lubang di Gua Thailand Sebelum Ditemukan

Novi Christiastuti - detikNews
12 Remaja Sempat Gali Lubang di Gua Thailand Sebelum Ditemukan 12 remaja dan pelatih yang diselamatkan dari gua Thailand (Facebook/Pak Loharnshoon)
Bangkok - Kisah-kisah di balik penyelamatan 12 remaja dan pelatih sepakbola mereka yang terperangkap di gua Thailand mulai bermunculan. Remaja-remaja itu disebut sempat berupaya menggali lubang dengan serpihan batu setiap harinya, sebelum lokasinya ditemukan tim penyelamat.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (16/7/2018), hal ini diungkapkan seorang personel medis militer Thailand, Pak Loharnshoon, yang menemani mereka di dalam gua Tham Luang sebelum operasi penyelamatan berbahaya dilakukan, pekan lalu.

Dalam postingan di akun Facebook miliknya, Pak menyebut bahwa para korban selamat sempat berusaha menggali sejumlah lubang hingga sedalam 5 meter di dalam gua, meskipun mereka kekurangan makanan. Dia memuji mereka karena keberhasilan mempertahankan semangat di tengah situasi krisis.


Setelah lokasi 12 remaja dan pelatih klub sepakbola lokal 'Wild Boars' ditemukan pada 2 Juli lalu, empat personel militer Thailand secara sukarela menawarkan diri untuk menemani mereka di dalam gua hingga semuanya dievakuasi. Pak merupakan salah satu personel militer Thailand itu.

"Saya tersentuh oleh kepolosan mereka, optimisme mereka dan semangat yang hebat meskipun lingkungan sekitar seperti itu dan saat krisis," tulis Pak dalam postingan Facebook-nya itu.

"Mereka sangat disiplin dan menaruh semua sampah makanan di dalam plastik sampah begitu selesai makan," imbuhnya.


Disebutkan Pak bahwa pelatih para remaja itu, Ekapol 'Ake' Chanthawong (25), mengajari remaja-remaja itu untuk tidak membawa keluar setiap benda yang ada di dalam gua dan semua orang mematuhinya.

"Pelatih Ek memiliki hati yang baik dan sungguh banyak berkorban. Saya sudah menyadarinya sejak hari-hari awal (di dalam gua), dia akan menunggu hingga semuanya cukup makan dan memberikan jatah makanannya," sebut Pak. "Saya yakin dia menjaga mereka semua sebelum mereka ditemukan, karena kondisi kesehatan fisik dan psikologis mereka jauh lebih kuat dari bayangan saya," imbuhnya.

Ditambahkan Pak bahwa setiap remaja yang diselamatkan ini sangat menyadari pengorbanan banyak orang yang terlibat operasi penyelamatan mereka. Dia yakin semua remaja itu akan tumbuh sebagai manusia luar biasa dan berkontribusi besar bagi negara.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed