DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 12:45 WIB

Kisah Menyentuh Relawan Demi Selamatkan Remaja di Gua Thailand

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kisah Menyentuh Relawan Demi Selamatkan Remaja di Gua Thailand Relawan penyelamatan remaja dalam gua di Thailand / Foto: BBC
Bangkok - Penyelamatan 12 remaja dan 1 pelatih tim sepakbola yang terjebak dalam gua di Thailand melibatkan lebih dari 100 orang dari berbagai negara. Selain para ahli, banyak pula sukarelawan yang jadi 'pahlawan' bagi remaja ini.

Para remaja yang merupakan tim sepakbola ini terjebak dalam gua Tham Luang di sisi utara Thailand dan terjebak saat hujan deras membanjiri gua. Hingga Selasa (10/7/2018), 8 remaja sudah berhasil dikeluarkan dari gua dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Operasi penyelamatan ini tidak hanya menjadi sorotan di Thailand, namun juga di dunia. Tagar #ThaiCaveRescue dibanjiri doa, ucapan penyemangat, hingga ilustrasi tentang penyelamatan para remaja ini. Tim penyelam hingga dokter datang dari mancanegara dan bahu-membahu bersama para penyelamat serta otoritas Thailand.



Selain para ahli, banyak orang yang datang ke lokasi penyelamatan dan membantu dengan keahlian mereka masing-masing. Tenaga hingga kerelaan mereka berikan.

Salah satunya adalah Yo Sato (27). Dia besar di London timur namun kembali ke Thailand untuk mengajar Bahasa Inggris. Dia naik mobil berjam-jam ke lokasi penyelamatan untuk menjadi penerjemah bagi polisi dan tim dari mancanegara.

Yo Sato rela jadi penerjemah di kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Yo Sato rela jadi penerjemah di kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Foto: BBC


"Melihat anak-anak ini tetap hidup, mengubah perasaan seseorang. Semua orang bekerja keras. Melihat warga Inggris dan Thailand bekerja sama, ini adalah hal yang paling indah," kata Yo Sato seperti dilansir dari BBC.

Makanan adalah hal yang pasti dibutuhkan untuk tim penyelamat sukarelawan, hingga jurnalis yang berkumpul di lokasi. Direktur American School of Bangkok, Lakhana Didyasarin hadir membawa 1.600 hot dog hingga kue.

Bagi Didyasarin, penemuan para remaja itu adalah mimpi yang jadi kenyataan. Dia pun terus menyediakan makanan bagi mereka yang datang.

Didyasarin menyiapkan makanan untuk kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Didyasarin menyiapkan makanan untuk kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Foto: BBC


Suasana gotong royong terasa di kamp penyelamatan. Warga di sekitar lokasi tak henti-hentinya datang membawa air minum hingga permen untuk dibagikan kepada relawan.



Ada pula sistem untuk memastikan toilet di kamp penyelamatan selalu bersih. Seorang warga bernama Varee Srichai bangga bisa jadi bagian dari penyelamatan remaja ini, meski hanya dengan cara membersihkan toilet.

"Saya akan tetap di sini hingga mereka ditemukan," kata Srichai.

Srichai rela membersihkan toilet di kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Srichai rela membersihkan toilet di kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Foto: BBC


Semangat yang sama datang dari seorang polisi bernama Sam Chareanphol. Dia bolak-balik ke kamp penyelamatan untuk mengantar relawan hingga wartawan menggunakan motor.

Sam bolak-balik mengantar relawan dan wartawan ke kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Sam bolak-balik mengantar relawan dan wartawan ke kamp penyelamatan remaja yang terjebak dalam gua / Foto: BBC


Kerelaan hati juga datang dari para petani di sekitar gua tempat remaja terjebak. Seperti dilansir ABC, salah seorang petani bernama Mae Bua Chaicheun langsung menjadi relawan dengan ikut memasak bagi tentara dan penyelam.

Ketika dia pulang, Mae Bua Chaicheun melihat sawahnya dibanjiri air yang berasal dari gua para remaja terjebak. Itu adalah dampak dari penyedotan air di gua itu. Akibatnya, sawah milik Mae Bua Chaicheun rusak.

Petani rela sawahnya rusak / Petani rela sawahnya rusak / Foto: ABC News


Meski demikian, Mae Bua Chaicheun tak peduli. Yang dia inginkan adalah para remaja itu selamat dan bisa keluar dari gua, meski itu sama dengan merusak sawahnya.

"Tidak apa-apa. Saya hanya ingin remaja ini keluar dari gua dengan selamat," ucapnya.
(imk/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed