DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 19:14 WIB

Wanita Inggris Tewas Terpapar Racun Era Soviet, Ini Reaksi Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Wanita Inggris Tewas Terpapar Racun Era Soviet, Ini Reaksi Rusia Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)
London - Seorang wanita Inggris tewas setelah diracun gas saraf Novichok, racun era Uni Soviet, yang juga digunakan untuk menyerang mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, pada Maret lalu. Otoritas Rusia pun memberikan tanggapannya atas insiden terbaru di Inggris ini. Seperti apa?

Dalam keterangan kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Senin (9/7/2018), Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia menyesalkan kematian wanita Inggris bernama Dawn Sturgess (44) itu. Kremlin menyatakan dugaan bahwa Rusia terlibat dalam insiden ini 'cukup absurd'.

"Kami terus merasakan kekhawatiran mendalam oleh keberadaan terus-menerus zat beracun ini di wilayah Inggris," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan ketika ditanya soal kematian Sturgess.

"Kami menganggapnya sebagai bahaya, tidak hanya untuk warga Inggris, tapi juga untuk warga Eropa lainnya," imbuhnya.


Sturgess dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (8/7) waktu setempat, setelah terpapar gas saraf Novichok pada 30 Juni lalu di Inggris barat, hanya beberapa kilometer jaraknya dari Salisbury yang menjadi tempat Skripal dan putrinya diserang dengan racun yang sama, empat bulan lalu.

Peristiwa yang menimpa Skripal tersebut telah memicu krisis dalam hubungan antara negara-negara Barat dan Rusia. Tudingan mengarah ke Rusia yang dicurigai ada di balik serangan terhadap Skripal dan putrinya. Rusia sendiri telah berulang kali membantah.

Atas kematian Sturgess, Kepolisian Inggris menyatakan kini tengah menyelidikinya sebagai kasus pembunuhan. Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan dirinya terkejut dan marah atas kematian wanita berumur 44 tahun itu. Inggris belum menyatakan apakah insiden Sturgess berkaitan dengan insiden Skripal.

Kepolisian Inggris saat ini fokus mencari tahu bagaimana Sturgess dan seorang pria berumur 45 tahun, yang oleh media diidentifikasi sebagai Charlie Rowley, bisa terpapar Novichok. Diketahui bahwa Novichok merupakan gas saraf yang dikembangkan oleh militer Uni Soviet semasa Perang Dingin.


Saat ini, Rowley masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat terpapar gas saraf mematikan tersebut.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed