Seperti dilansir Reuters, Senin (9/7/2018), para partisipan dipilih dari 12 ribu orang yang mendaftar. Tunick selama ini dikenal kerap membuat foto bugil massal sebagai bagian dari karya seni untuk memprotes sejumlah isu global.
Ratusan orang yang berpartisipasi dalam foto bugil massal pada Senin (9/7) ini, berpose berdiri dan berbaring di atas semen dengan hanya ditutupi kain merah transparan. Hal ini dilakukan di tengah suhu udara 7 derajat Celsius yang disertai hembusan angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat foto bugil massal ini dilakukan di tengah udara dingin, Tunick tidak membuat para partisipan berlama-lama di luar. "Saya bekerja dengan cepat agar mereka tidak kedinginan dan saya pikir saya mendapatkan karya seni yang indah," ujar Tunick.
"Iya, dia sangat menyenangkan. Ketika kami tertawa, dia mengatakan, 'Kalian perlu tenang. Jangan tersenyum. Angkat tangan," tutur seorang partisipan lainnya, Belle Harvey.
Foto bugil massal ini digelar di atas atap atau rooftop supermarket Woolworths di pinggiran Melbourne. Si pemilik supermarket awalnya sempat menolak karena khawatir aktivitas ini akan membuat para konsumen tidak nyaman.
Pemilik Woolworths akhirnya memberi izin pada Tunick setelah disepakati pemotretan dilakukan pada Senin (9/7) pagi hari saat lingkungan masih sepi. Pemotretan ini dilakukan di Australia saat Tunick diundang mengikuti festival seni Melbourne.
(nvc/ita)











































