Seperti dilansir AFP, Minggu (8/7/2018), para saksi melihat tentara melepaskan tembakan ke distrik Kashmir di selatan Kulgam setelah aksi protes massa. Tiga orang yang tertembak mati antara lain dua pria berusia 20 dan 22 tahun dan gadis 16 tahun.
"Ketiganya mengalami luka tembak dan meninggal segera setelah mereka tiba di rumah sakit," kata dokter di sebuah rumah sakit sub-distrik di Kulgam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kepolisian setempat, SP Vaid mengonfirmasi kabar tersebut, namun tidak menjelaskan rinciannya. Penembakan terjadi pada malam peringatan kematian Burhan Wani, seorang pemberontak yang tewas terbunuh oleh pasukan pemerintah pada 8 Juli 2016.
Para pemimpin separatis telah meminta penutupan jalan pada Minggu (8/7) untuk memperingati kematian Burhan. Seorang pemimpin separatis yang berada dalam tahanan rumah, Mirwaiz Umar Farooq menuduh pasukan keamanan melakukan 'pembantaian' dan menuding aparat tanpa pandang bulu kepada pengunjuk rasa.
Untuk saat ini, pihak berwenang memberlakukan jam malam di Kota Tral Wani dan memotong akses internet di empat distrik untuk mengantisipasi kerusuhan pada hari Minggu waktu setempat. (dkp/abw)











































