Sekolah Persahabatan RI-Kamboja Saksi Hubungan Emosional yang Erat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 05 Jul 2018 14:03 WIB
Foto: KBRI Phnom Penh
Phnom Penh - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja melakukan kunjungan ke Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja yang berlokasi di Provinsi Prey Veng. Kunjungan dipimpin oleh Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng.

"Tujuan kami datang ke Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja ini adalah untuk menunjukkan rasa persaudaraan, kekeluargaan dan perhatian kami kepada sekolah ini. Karena kami yakin bahwa kalianlah yang akan menjaga dan melanjutkan hubungan baik dan persahabatan Indonesia dengan Kamboja," tutur Dubes RI Sudirman Haseng di depan murid-murid Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja.

Dalam kunjungan tersebut, KBRI mengorganisir pendistribusian bantuan kepada sekolah Persahabatan seperti dua unit komputer dan printernya, laptop beserta DVD Drive dan speaker-nya, vitamin (192 botol), minyak Telon Lang Plus (500 botol), alat tulis buku dan pensil masing-masing 1.000 buah, keranjang (50 set), makanan dan minuman seperti kopiko coffee (552), Indomie goreng (lebih dari 4.000 bungkus), biskuit Milna, serta makanan ringan lainnya (lebih dari 560 kardus), Saos Tomat ABC (552 botol). Donasi juga berupa uang tunai sebesar USD 500 yang akan digunakan untuk perbaikan di beberapa bagian sekolah.

Dukungan dan bantuan tersebut merupakan donasi dari Atase Pertahanan dan pejabat/staf KBRI. Bantuan sebagian besar juga berasal dari beberapa anggota Indonesia-Cambodia Business Club (ICBC) yang merupakan kumpulan para pengusaha dan distributor produk Indonesia di Kamboja, yaitu: IGS Company; Salak K.A.K Trading co., Ltd, Cyspharma Co., Ltd.; Kabbas Co., Ltd.; Memot Venture Co., Ltd.; Intermedica Co., Ltd.; Kalbe; GOXpress Company; UMG; dan Dynamic Pharma Co., Ltd.

"Saya ingin kalian berjanji untuk tidak berhenti sekolah dan belajar yang rajin demi cita-cita di masa depan, sebab kalianlah pengganti para pemimpin-pemimpin di Kamboja 40-45 tahun mendatang," ujar Dubes RI.

Meskipun dengan segala keterbatasannya, sekolah dengan tanpa sepatu, para murid tetap terlihat semangat dengan teriakan lantang tanpa sungkan merespons setiap pertanyaan yang terkadang dilontarkan Dubes RI dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP, Eng Ban menjelaskan sejarah singkat mengenai berdirinya Sekolah Persahabatan Indonesia-Kamboja. "Kami sangat senang dan bangga bisa dikunjungi oleh Pak Dubes dan jajaran stafnya, sekolah ini didirikan pada tahun 1995 oleh bantuan Indonesia. Selesai dibangun pada tahun 1996 dan sejak 1997 hingga 2018 ini, sekolah tersebut sudah menghasilkan 4.303 lulusan di mana 2.068 di antaranya merupakan murid perempuan," kata Kepala Sekolah.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada kami, dan berharap ke depannya kami dapat diberikan bantuan untuk renovasi atap bangunan lama, pembangunan toilet untuk di SD dan SMP," lanjut Kepala Sekolah saat menjelaskan kondisi sekolahnya yang di beberapa bagiannya memang cukup memprihatinkan.


Foto: KBRI Phnom Penh


Sekolah itu memiliki jenjang pendidikan dari kelas 1 hingga kelas 9, dengan total 756 murid dan 17 guru. Murid SD sebanyak 486 siswa/siswi dengan 9 guru, sementara murid SMP sebanyak 270 siswa/siswi dengan 8 guru.

KBRI Phnom Penh menyampaikan dalam rilis pers yang diterima detikcom, Kamis (5/7/2018), pihak sekolah mengharapkan agar pemerintah Indonesia terus memberikan dukungan bagi kerja sama pendidikan kedua negara, termasuk kepada Sekolah Persahabatan di Prey Veng, seperti pemberian bantuan guru pengajar.

Di samping kebutuhan peralatan belajar mengajar dan guru, Pihak Sekolah Persahabatan juga sangat terbuka dan berharap adanya tenaga-tenaga relawan yang bersedia mengajarkan ketrampilan pertanian, kesenian, pelatihan olah raga, dan lain-lain untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam perkembangannya beberapa bantuan yang pernah diberikan Indonesia untuk sekolah ini, selain peralatan menulis dan perlengkapan sekolah antara lain: perbaikan sekolah terutama pada bagian atap, pintu dan jendela (2017); kegiatan Kepramukaan Bakti Desa Siswa Binaan Pusbudi Nusantara dan Mahasiswa Indonesia yang sedang studi di National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC) (2013); pengobatan gratis kepada 200 penduduk wilayah setempat (2012, saat itu bekerja sama dengan salah satu organisasi pelayanan kesehatan gratis dari Australia).

Kedatangan Dubes RI yang didampingi beberapa staf termasuk Atase Pertahanan dan beberapa pengusaha yang merupakan distributor produk Indonesia di Kamboja disambut dengan sangat meriah oleh murid-murid Sekolah Persahabatan. Meskipun cuaca terik, mereka berbaris rapi mengibarkan Merah Putih mengiringi kedatangan dan kepulangan rombongan. Sekolah Persahabatan tersebut berjarak sekitar 100 Km dari Ibu Kota Phnom Penh atau sekitar 2 jam dengan menggunakan jalur darat. Hadir juga dalam pertemuan, Kepala Kecamatan dan wakil dari Dinas Pendidikan Setempat. (ita/ita)