Kamboja Kagumi Pendidikan Pariwisata di Indonesia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 04 Jul 2018 11:59 WIB
Foto: KBRI Phnom Penh
Phnom Penh - Pemerintah Kamboja mengagumi pendidikan pariwisata di Indonesia dan mengharap Indonesia dapat memberikan bantuan terkait proses pengembangan SDM di sektor pariwisata Kamboja. Harapan itu disampaikan Menteri Pariwisata Kamboja Thong Khon kepada Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng.

"Kami mengharapkan Indonesia dapat memberikan bantuan terkait proses pengembangan SDM di sektor pariwisata Kamboja, terutama melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah pariwisata di Indonesia," ujar Thong Khon saat menerima Kunjungan Kehormatan (courtesy call) dari Dubes RI Sudirman Haseng di kantor Kementerian Pariwisata Kamboja di Phnom Penh pada Senin (2/7).

Seperti disampaikan KBRI Phnom Penh dalam rilis pers yang diterima detikcom, Rabu (4/7/2018), Menteri Pariwisata Kamboja juga mengucapkan selamat dan menyambut baik penugasan sebagai Dubes RI untuk Kamboja yang baru, serta mengharapkan misi yang akan diemban dapat terlaksana dengan baik, serta berkontribusi dalam mendorong hubungan bilateral RI-Kamboja di bidang pariwisata. Menteri Pariwisata juga menyambut baik rencana maskapai penerbangan Indonesia untuk membuka direct flight ke Kamboja, yang pada tahap selanjutnya diharapkan akan memberikan berbagai keuntungan bagi kedua negara di sektor pariwisata.


KBRI Phnom PenhFoto: KBRI Phnom Penh


Disinggung pula harapan Menteri Pariwisata atas dukungan Indonesia untuk mengaktifkan kegiatan Trail of Civilization (ToC), yang telah diinisiasi oleh pemerintah Indonesia pada 2006 yang telah menghasilkan Borobudur Declaration, dan diikuti oleh 6 negara termasuk Indonesia dan Kamboja, yaitu Laos, Myanmar, Thailand, dan Viet Nam. Pertemuan Tingkat Menteri terakhir terkait ToC diselenggarakan pada 2010 di Siem Reap, Kamboja.

Sementara itu, selain secara resmi memperkenalkan diri, Dubes RI juga membahas perkembangan hubungan bilateral RI-Kamboja serta upaya-upaya untuk mengembangkan kerja sama di berbagai bidang Pariwisata. Dubes RI mengapresiasi upaya Kementerian Pariwisata Kamboja yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kamboja; mengharapkan dukungan untuk menyelenggarakan kegiatan bersama dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Kamboja; serta mendorong kerja sama untuk mempromosikan joint package antar tour travel dan operator di Kamboja dan Indonesia, terutama untuk wisata religi.

Dubes RI juga mengharapkan dukungan Kementerian Pariwisata bagi penyelenggaraan Indonesian Trade and Tourism Promotion 2018 yang akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 September 2018 di Phnom Penh. Kedua pihak juga sepakat untuk memperbaharui Kesepakatan Kerja sama tentang Pariwisata yang pernah ditandatangani kedua negara pada tahun 1999.

Industri pariwisata di Kamboja berkontribusi sekitar 30% dari GDP Kamboja, serta menyerap jumlah tenaga kerja sekitar 650 ribu orang. Menurut laporan Kementerian Pariwisata Kamboja, selama tahun 2017, jumlah wisatawan inbound yang berkunjung ke Kamboja sebanyak 5.6 juta wisatawan dengan total penerimaan negara sebesar US$3.63 milyar (meningkat 12,3% dibanding tahun 2016). Dengan tren pertumbuhan sektor pariwisata yang terus meningkat, pemerintah Kamboja optimis mencapai 7 juta wisman tahun 2020. Sementara itu, outbound turis Kamboja pada tahun 2017 tercatat sejumlah 1.752.269 atau meningkat 22,2% dibandingkan tahun sebelumnya. (ita/ita)