DetikNews
Jumat 29 Juni 2018, 13:56 WIB

Hampir 400 Pengungsi Suriah di Lebanon Memilih Pulang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Hampir 400 Pengungsi Suriah di Lebanon Memilih Pulang kamp pengungsi Suriah di Lebanon (Foto: Okky Budi Permana/detikcom)
Beirut - Hampir 400 pengungsi Suriah mulai meninggalkan kota perbatasan Arsal di Lebanon untuk pulang ke tanah air mereka yang dilanda konflik berkepanjangan.

Para pengungsi tersebut menaiki kendaraan-kendaraan minivan dan truk-truk beserta barang-barang mereka, seperti kasur dan furnitur. Para personel keamanan Lebanon mencatat nama-nama warga Suriah tersebut saat mereka tiba di pos pemeriksaan sebelum keluar dari kota Arsal.

Para pengungsi Suriah tersebut mengarah menuju Qalamoun di seberang perbatasan Lebanon. Qalamoun merupakan wilayah yang kini telah bersih dari para pemberontak berkat operasi militer Suriah di mana kelompok Hizbullah memainkan peran penting.




Menurut para pengungsi yang memilih pulang ke Suriah itu, mereka telah mengajukan nama-nama mereka ke otoritas Lebanon, yang kemudian mengirimkan nama-nama itu ke Suriah untuk mendapat persetujuan pemerintah.

Konvoi pengungsi yang bertolak pulang ke Suriah pada Kamis (28/6) tersebut merupakan bagian sangat kecil dari satu juta pengungsi Suriah yang terdaftar di seluruh Lebanon, dan sekitar 50 ribu pengungsi Suriah yang diperkirakan berada di Arsal.

Banyak pengungsi Suriah tersebut mengaku senang untuk kembali ke tanah air mereka. "Kami telah berencana untuk pulang sejak lama, kami senang semuanya telah tenang," ujar Ali Abdullah (34) yang meninggalkan Lebanon bersama istri dan dua putranya. Salah seorang putranya lahir di Lebanon dan belum pernah ke Suriah.




"Saya ingin membawa dia (putranya) pulang karena itu negaramu, rumahmu bukan tenda," kata Abdullah kepada putranya. Abdullah mengatakan, dirinya telah mendapat kabar dari kerabat di Suriah bahwa rumahnya di sana baik-baik saja.

Namun pengungsi Suriah lainnya, Murshid Darwish (55), mengatakan dirinya memutuskan untuk tetap tinggal di tenda pengungsian di Arsal karena rumahnya di Suriah telah rusak parah.

"Rumah tersebut perlu diperbaiki, tak ada jendela, tak ada pintu ... kami tak bisa tinggal di sana," ujar perempuan tersebut.

Badan pengungsi PBB, UNHCR menyatakan pihaknya tidak dilibatkan dalam pemulangan pengungsi Suriah tersebut. Disebutkan UNHCR, timnya di Suriah sejauh ini belum bisa mengakses desa-desa yang akan dituju para pengungsi tersebut.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed