DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 17:59 WIB

Soal Rohingya, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 7 Pejabat Myanmar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Soal Rohingya, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 7 Pejabat Myanmar pengungsi Rohingya di Bangladesh (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)
Yangon - Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi-sanksi bagi tujuh pejabat keamanan Myanmar. Sanksi ini dijatuhkan atas apa yang disebut Uni Eropa sebagai pelanggaran HAM sistemik terhadap warga muslim Rohingya.

Diplomat-diplomat dan pejabat-pejabat Uni Eropa mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (25/6/2018), ketujuh pejabat Myanmar itu akan dilarang bepergian ke negara-negara Uni Eropa dan aset-aset mereka akan dibekukan. Tidak disebutkan identitas ketujuh pejabat Myanmar itu.




Sanksi ini dijatuhkan setelah Uni Eropa memperpanjang embargo senjata dan melarang pelatihan atau kerja sama dengan Angkatan Bersenjata Myanmar.

Sanksi-sanksi ini menandai pergeseran dalam diplomasi oleh Uni Eropa, yang menghentikan langkah-langkah pembatasan terhadap Myanmar pada tahun 2012 untuk mendukung perubahan parsialnya menjadi pemerintahan demokratis. Namun penderitaan hampir 700 ribu warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, telah menimbulkan ketegangan dalam hubungan Myanmar dan Uni Eropa.




Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan militer Myanmar telah melakukan pembersihan etnis terhadap warga Rohingya di negara bagian Rakhine. Hal ini telah dibantah pemerintah Myanmar.

Pada Desember 2017 lalu, pemerintah Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi-sanksi sebagai respons atas operasi militer Myanmar terhadap warga Rohingya di Rakhine. Pemerintah Kanada mengambil langkah serupa pada Februari lalu.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed