Sumber-sumber kehakiman Prancis mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/6/2018), penangkapan itu dilakukan dalam operasi di sejumlah wilayah Prancis, termasuk Pulau Corsica di wilayah Mediterania.
"Para tersangka memiliki rencana yang tidak jelas untuk melakukan tindakan kekerasan yang menargetkan orang-orang dari keyakinan muslim," ujar sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus ini.
Menurut sumber lainnya, para tersangka tersebut berupaya menyerang "target-target yang terkait dengan Islam radikal".
Disebutkan sumber-sumber, para tersangka diawasi oleh badan intelijen Prancis, DGSI, yang menyadap pesan-pesan mereka yang menunjukkan mereka berupaya membeli senjata-senjata. Kemudian dalam penggerebekan, otoritas Prancis menemukan sejumlah senjata.
Prancis telah mengalami serangkaian serangan militan sejak awal tahun 2015 lalu. Kebanyakan serangan itu dilakukan oleh orang-orang yang telah mengalami radikalisasi atau mengklaim bertindak atas nama kelompok radikal ISIS. Lebih dari 240 orang tewas dalam serangan-serangan itu, termasuk 130 orang yang tewas dalam serangkaian pengeboman dan penembakan, yang terjadi di kelab-kelab malam di Paris pada November 2015.
(ita/ita)











































