DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 17:15 WIB

Video Viral Turis Joget di Depan Masjid Kinabalu Bikin Geger

Aditya Mardiastuti - detikNews
Video Viral Turis Joget di Depan Masjid Kinabalu Bikin Geger Foto: Video dua turis joget di depan masjid Kinabalu yang viral (via The Star)
Kinabalu - Video viral dua turis wanita asyik berjoget di depan Masjid Kinabalu, Malaysia, menuai polemik. Akibatnya, masjid yang menjadi ikon pariwisata itu ditutup bagi pengunjung.

Ketua masjid Datuk Jamal Sakaran menyesalkan video dua turis wanita berjoget di atas pagar di depan masjid.

"Tindakan cepat kami adalah menutup masjid dari pengunjung. Seluruh bus cepat, taksi oline dan taksi dilarang membawa turis ke kompleks masjid," kata Jamal dilansir media Malaysia The Star, Minggu (24/6/2018).


Dia mengatakan seluruh bus dan kendaraan dilarang parkir di area masjid. Jamal menambahkan hanya taksi yang teregister dengan manajemen masjid yang diizinkan menurunkan penumpang.

Dia mengatakan manajemen masjid juga menyewa anggota RELA untuk menjaga bangunan masjid dan kompleks masjid. Terpisah, Kementerian Pariwisata, Budaya dan Lingkungan Sabah, Malaysia memastikan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Tindakan turis ini di tempat religius menunjukkan kurangnya penghormatan kepada umat muslim dan keramahan yang mereka terima," ujar Asisten Menteri Assafal Alian Said dalam pernyataannya.


Assafal memastikan kasus ini tidak menganggap remeh kasus ini, karena Sabah merupakan kota multirasial dan multiagama. Assafal mengatakan Sabah tidak berdiam diri dan akan mengambil tindakan tegas.

"Setelah kami mengidentifikasi kewarganegaraan turis itu dan pihak yang terlibat, tindakan tegas akan diambil untuk menindak mereka, dan operator kelompok mereka," sambungnya.

Dia menambahkan seluruh warga wajib memastikan seluruh pengunjung nyaman tinggal di Sabah. Begitu juga dengan turis yang diharapkan menunjukkan penghormatan mereka kepada budaya dan kepercayaan penduduk setempat.

"Kementerian akan terus melibatkan operator tur wisata dan pemangku kepentingan secara teratur, termasuk pemilik tempat wisata di Sabah, dan di daerah-daerah sensitif tertentu seperti bangunan keagamaan dan tempat-tempat suci," kata Assafal.

"Kami juga berencana untuk memperkenalkan daya tarik maksimal tempat-tempat wisata- termasuk tempat-tempat ibadah- untuk memungkinkan kelancaran arus antara jemaah dan pengunjung yang mendatangi ke lokasi itu," tambahnya.






(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed